Selain itu, masih ada 5 kasus probable Omicron, dua kasus adalah warga negara Indonesia yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris, keduanya tengah diisolasi di Wisma Atlet.
Sementara tiga kasus probable lainnya adalah warga negara asing dari China yang mendarat di Manado dan tengah diisolasi di sana. “Sekali lagi, lima orang ini masih sifatnya probable karena baru dites PCR dengan marker khusus dan sampel PCR nya yang positif dari lima kasus probable ini sudah dikirimkan ke Balitbangkes dan sedang kita run tes genome sequencing, dalam tiga hari ke depan kita bisa konfirmasi apakah benar ini Omicron atau tidak,” jelas Budi. (red)
Sebeerapa Bahaya Omicron?
Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman menyebutkan dampak yang diberikan cukup besar. “Seberapa besar? Sangat besar. Dan potensi keparahannya dipengaruhi karena dampak satu penyakit yaitu cepat menular. Dan ini dapat membebani fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Baca Juga:Sekda Jabar: Rekrutmen CPNS Transparan, Tak Ada Titipan Atau KKNAkhir Tahun, Polresta Cirebon Gandeng RSUD Waled Gencarkan Vaksinasi
Akibatnya, proporsi rumah sakit akan meningkat. Sehingga yang tadinya pasien lanjut usia belasan orang, tiba-tiba bisa melonjak hingga ribuan. “Itu kan ada proporsi umumnya yang dirawat Covid-19, 10-15 persen. Nah itu meningkat dan dapat membebani fasilitas kesehatan. Serta meningkatkan kebutuhan obat, alat kesehatan dan lainnya,” katanya lagi.
Namun menurut Dicky, ada kabar baik. Masyarakat kini lebih banyak memiliki imunitas. Baik dari vaksinasi atau terbangunnya imunitas setelah terinfeksi. Namun Dicky mengatakan jika hal ini tidak bisa diandalkan seutuhnya. Pencegahan dan percepatan vaksinasi serta deteksi dini masih menjadi langkah utama. (red/dbs)
