“Karena memang mereka (pedagang-red) tidak tahu (ada uang sebesar Rp 4 miliar yang dibawa kabur), bukannya tidak bergejolak. Jadi saya pastikan pembangunan pasar ini tidak bisa dilanjutkan karena akan ganti investor dan investor yang baru ini masih mencari dana. Lalu mau sampai kapan seperti ini terus,” terang Udin.
Sumber lainnya, warga asli Desa Losari Kidul yang namanya enggan dipublish menegaskan, bahwa masalah pembangunan pasar ini banyak pihak yang bermain, sehingga impactnya semakin meluas. “Banyak pihak yang bermain. Rapat kemarin dengan Pemdes, di pertengahan bulan Desember ini pembangunan akan kembali berjalan. Mereka berjanji akan menyelesaikan dan apabila gagal siap masuk penjara. Coba kita tunggu saja. Janjinya kelanjutan di pertengahan Desember ini,” tegas warga yang sudah lama berkecimpung di Pemdes Losari Kidul ini, Sabtu (11/12/2021).
“Mereka kira kita tidak tahu permasalahan, makanya koordinatornya sampai janji seperti itu. Catat baik-baik, pertengahan Desember Pedagang siap menggrudug Pemdes untuk minta pertanggungjawaban soal kelanjutan pembangunan pasar,” tegasnya lagi. (jay/adi/crd)
Baca Juga:Ridwan Kamil: Pileuleuyan Mang OdedHendak Khutbah Shalat Jumat, Walikota Bandung Wafat
PT. DWIKARYA PRIMAJAYA HINGGA KINI MASIH PUNYA PR UNTUK MENUNTASKAN PEMBANGUNAN PASAR LOSARI KIDUL
Baca Berita Lainnya: Kantor Pemasaran Pasar Losari Kidul Resmi Dibuka
