BANDUNG –
BANDUNG – Dalam rangka melawan pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Jabar secara terus menerus melaksanakan program vaksinasi gratis. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menginstruksikan Jabar Quick Respon (JQR) menyelenggarakan acara vaksin gratis di Kota Bandung. Sebelum melaksanakan di seluruh Jabar dengan target kurang lebih 32 juta jiwa. Diharapkan masyarakat dapat ikut serta dan sadar akan kesehatan dengan vaksin untuk melawan pandemi covid-19.
“Antusiasme masyarakat cukup baik. Yang ikut dalam program vaksin gratis yang mencapai 3 ribu pendaftar, terhitung dari JQR tahap pertama di bulan Agustus dan yang kedua di bulan September ini. Kita juga bekerja sama dengan lintas lembaga yakni Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Jawa Barat, IDI Kota Bandung, IDI Jawa Barat, Dinkes Kota Bandung dan RS Al-Ikhsan yang mendampingi kita untuk menangani keluhan-keluhan pasca vaksin. Selain itu kita juga bekerjasama dengan mitra-mitra yang hampir belasan untuk ikut mensukseskan program ini,” tutur Aditya selaku Ketua Pelaksana Acara.
Dalam waktu dekat akan diadakan kembali program vaksin gratis di daerah Kabupaten Bogor maka untuk masyarakat yang belum sempat daftar di program kali ini dapat mendaftar di program berikutnya melalui pendaftaran online di web Jabar Quick Response (JQR). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 10-12 September 2021 ini merupakan kelanjutan dari kegiatan vaksinasi dosis pertama yang telah dilaksanakan pada tanggal 13-15 Agustus 2021 lalu.
Baca Juga:500 Siswa SMPN 1 Babakan Divaksin Covid-19, Kepsek: Kami Siap PTMOperasi Kutil Berujung Hilang Nyawa, RS Mitra Kasih Cimahi Digugat
Ketua umum JQR Bambang Trenggono, menegaskan bahwa vaksinasi dosis kedua dilaksanakan untuk mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan tuntas vaksin. Vaksinasi merupakan cara melindungi warga Jawa Barat dari bahaya virus Covid-19.
“Selain menjalankan protokol kesehatan, vaksinasi adalah cara melindungi Warga Jabar dari virus corona,”jelasnya. Vaksinasi yang dilakukan oleh JQR adalah role model penyelenggaraan vaksinasi berdasarkan inovasi dan kolaborasi. Menurutnya, bisa dibuktikan dengan penyelenggaraan vaksin dosis pertama yang berjalan aman,nyaman dan tertib.
“Jadi pada vaksin dosis pertama, dengan inovasi pendaftaran, validasi hingga observasi peserta vaksin, tidak ada cerita berdesak-desakan atau kepanasan, dengan tetap memakai protokol kesehatan ternyata penyelenggaraan vaksin bisa dilakukan,”ujarnya.
