CIREBON – Insiden lakalantas (kecelakaan lalulintas) kembali terjadi di jalur Pantura. Ironisnya kali ini laka lantas menimpa pengunjung pasar dan belasan pedagang yang tengah menjajakan dagangnnya di Pasar Gebang tepatnya di bawah fly over Gebang dari arah Cirebon menuju Losari, Jumat 10 September 2002. Akibatnya 12 orang mengalami luka-luka atas insiden ini, dengan rincian 1 orang luka berat dan 11 orang lainnya yang terdiri dari pengunjung pasar, pedagang, dan petugas parkir mengalami luka ringan. Adapun kerugian materi diprediksi mencapai Rp 30 juta.
STOP – PELARIAN MOBIL AVANZA INI AKHIRNYA TERHENTI DI BAWAH FLYOVER GEBANG SETELAH MENGALAMI DUA INSIDEN LAKA LANTAS YAKNI MENABRAK SEPEDA MOTOR DAN MENABRAK MOBIL LAIN DI SEKITAR PASAR GEBANG, JUMAT 10 SEPTEMBER 2021.
Video Laka Lantas Pasar Gebang Klik >>> VIDEO JP
Baca Juga:PON XX, Ini Motivasi Kang Emil Untuk Tim Sepak Bola dan Voli PantaiRidwan Kamil Tinjau Gebyar Vaksinasi Massal Balongan
Kepada Jabar Publisher, Kapolsek Gebang, AKP. H. Tukijan, S.H menjelaskan bahwa kronologis kejadian pada Jumat tanggal 10 September 2021 sekitar Pukul 10.30 Wib, dijalan umum arah Cirebon menuju ke arah Losari termasuk Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, insiden itu terjadi.
“Kendaraan Toyota Avanza No.Pol : E-1744-OD yang melaju dari arah Cirebon menuju Losari terjadi menabrak belakang Kendaraan Sepeda Motor Honda Beat No.Pol : E-5110-OT yang melaju searah didepannya. Kemudian Kendaraan Toyota Avanza No.Pol : E-1744-OD tersebut melarikan diri ke arah Timur. Sesampainya di Pasar Gebang Kendaraan Toyota Avanza No.Pol : E-1744-OD menabrak belakang Kendaraan Daihatsu Sigra No.Pol : B-2446-BZU yang melaju searah, lalu terjadilah insiden laka lantas yang melibatkan belasan orang tersebut,” jelas Kapolsek.
Sementara itu, sejumlah warga yang diwawancarai JP menyayangkan sikap tidak bertanggungjawab dari pengendara mobil Avanza yang diduga menabrak lari pemotor. “Karena niat mau kabur, dia akhirnya tidak konsen dan menabrak mobil lain di kisaran Pasar Gebang. Coba saja kalau dia berhenti dan bertanggung jawab, insiden yang mengakibatkan banyak korban ini mungkin tidak terjadi,” keluhnya.
Untuk diketahui, belasan korban tersebut akhirnya dilarikan ke dua tempat yakni RSUD Waled dan Puskesmas Gebang guna mendapatkan pertolongan. (crd/jay)
