Saut mengakui, kala itu sempat mengusulkan pembentukan biro pengamanan KPK yang posisinya setara dengan biro lain. Tugasnya untuk mengamankan Gedung KPK, dokumen, hingga operasi. Menurut Saut, selama ini posisi biro keamanan masih di bawah biro umum. Akibatnya, proses pengamanan sulit dilakukan. “Saya inginnya ada biro pengamanan, agar levelnya dinaikkan setara deputi pengawasan internal,” kata Saut.
Belakangan, Saut baru menyadari orang-orang yang terlibat dalam rapat tersebut ternyata tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang diselenggarakan KPK tahun 2021. Pegawai KPK yang tak lolos TWK, menurut Saut merupakan orang-beritegritas serta memunyai kemauan besar menangkap koruptor. “Hampir semua yang ada (dalam rapat) sekarang di situ (tak lulus TWK) semua seingat saya,” kata Saut. (red)
