KOTA BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mencatat beberapa wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum mendapat perhatian lebih kaitannya dalam potensi bencana yang rawan terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan mengatakan, dari 13 kota dan kabupaten yang terlewati Sungai Citarum, jika dilihat dari sisi kajian risiko bencana terdapat dua jenis potensi bencana yaitu banjir dan longsor.
Untuk daerah rawan banjir yang menjadi perhatian mereka adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang. Sementara untuk rawan longsor, yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga:Jabar-DK Jalin Kerja Sama Guna Pemulihan Pasca CovidEmil – Anies Bicara Pertanian, ‘Jabar Topang Pangan DKI’
“Di situ DAS Citarum melewati area-area yang kemiringannya cukup tinggi,” ujar Dani dalam siaran Podcast Ngobrolin Citarum (Ngonci) di kantornya, Selasa (8/6/2021) kemarin.
Dikatakan Dani, karakteristik bencana yang rawan terjadi di DAS Citarum termasuk dalam becana hidrometeorologi basah dan kering. “Yang basah seperti banjir, longsor. Banjirnya juga ada banjir biasa, genangan, juga banjir bandang. Kebetulan di daerah aliran sungai itu bisa terjadi. Lalu untuk hidrometeorologi keringnya yaitu kekeringan. Ada beberapa daerah di DAS Citarum pada saat kemarau dia kekurangan air bersih,” tuturnya.
Lainnya juga, kata Dani, karena DAS Citarum itu juga terdampak oleh patahan di Lembang dan lahan kritis di bagian barat, hal itu juga mempunyai kemungkinan mengalami gempa tektonik, dan juga gempa vulkanik, terkait dengan adanya gunung merapi di tempat tersebut.
Adapun upaya yang sudah dilakukan pemerintah dan stakeholder terkait untuk mengantisipasi terjadinya bencana di DAS Citarum, tambah Dani, pihaknya sangat beruntung karena sudah ada Satgas Citarum Harum yang sudah mengeluarkan sebuah produk hukum yang disebut Rencana Aksi Citarum Harum. Di dalamnya, bukan hanya aspek-aspek pemulihan kualitas sungai, ekologi, ekosistemn dan segala macam, tapi juga mengatasi kebencanaannya.
“Jadi sebenarnya kita hanya tinggal mengikuti apa yang diarahkan dalam Rencana Aksi itu, dilaksanakan secara konsisten, maka aspek kebencanaannya juga akan banyak terkurangi risikonya,” ucapnya.
Selain Satgas Citarum Harum, pihaknya juga bekerja sama dengan BBWS Citarum pemegang otoritas pengelolaan Sungai Citarum.
