KIPI Jabar Pastikan Dugaan Kasus Guru Sukabumi Akibat Vaksin Tak Terbukti

KIPI Jabar Pastikan Dugaan Kasus Guru Sukabumi Akibat Vaksin Tak Terbukti
0 Komentar

Menurut dia, KIPI itu bisa dikaitkan sama vaksin dan juga tidak bisa dikaitkan dengan vaksin. Contoh reaksi vaksin membuat panas badan, bengkak di tempat suntikan.

“Ada juga yang bukan reaksi vaksin, seperti salah suntik ketukar itu yang harus dicegah dan kita belum pernah ketemu KIPI seperti itu, kebanyakan reaksi individu yang terjadi. Biasanya 2,5-5 persen dari semua populasi itu KIPI ringan. Yang berat itu sangat jarang dari sejuta itu satu. Untuk keuntungan vaksinasi jauh lebih besar daripada reaksi itu jadi jangan takut divaksinasi karena ini mencegah dari penyakit,”ucap dia.

Sementara itu, Plt Kadinkes Jabar Dewi Sartika mengatakan, untuk vaksinasi di Jabar yang dilaksanakan di Jabar dari 14 Januari hingga 2 Mei untuk dosis pertama tenaga kesehatan sudah mencapai 100 persen sedangkan dosis kedua baru mencapai 92 persen dari 180.000 nakes.

Baca Juga:Yumna Shiba, Desainer Paling Belia di Ajang MUFFEST 2021Buka Bersama Di Dompyong Wetan, Bupati Cirebon Sumbang Rp 15 Juta Untuk Masjid Al-Muawanah

Tahap kedua dengan sasaran 4,4 juta lansia dan 2,195 juta pelayanan public, dari sasaran lansia masih rendah. Lansia baru 7,54 persen yang mendapatkan dosis pertama dan 4 persen yang sudah mendapatkan dosis kedua. Terakhir untuk sasaran pelayanan public sudah mencapai 58,2 persen dosis pertama dan 36,05 persen yang mendapatkan dosis kedua. (rls/hms)

0 Komentar