Alhasil, dampak dari tersiarnya kabar itu membuat sejumlah kuwu yang ada di Kabupaten Cirebon akhirnya mengajukan proposal, karena memang info tentang program miliaran rupiah ini sudah tersiar dari mulut ke mulut khususnya dikalangan kuwu.
Bahkan para kuwu juga berangan-angan akan membangun sejumlah sarana seperti Pasar, Gor, Perbaikan Jalan, Jembatan, Pengembangan Sektor Pariwisata dan lainnya. “Kata yang ngabari ke saya, ajuannya minimali 10 miliar. Ya saya sih tidak terlalu banyak berharap, kalau benar ya syukur kalau tidak benar ya saya ajukan pakai program yang lain. Turunnya dana itu katanya sebelum BPK atau KPK turun ke Cirebon, bulan Maret nanti,” tandasnya.
Ia dan kuwu-kuwu lain pun sudah berangan-angan akan membuat sejumlah program fisik di desanya, di tengah keraguan program miliaran yang katanya akan turun ke desa-desa ini. “Turunnya bulan Maret nanti, sebelum BPK turun ke Cirebon,” jelas kuwu tersebut.
Baca Juga:Ustaz Adi Hidayat Siap Umrohkan 30 Prajurit Kodam III/SiliwangiKang Emil Cek Langsung Perbaikkan Tanggul Jebol
Dari pantauan JP di kompleks pemerintahan Kabupaten Cirebon di Sumber, Tim dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Jawa Barat pekan ini tengah berada di sana guna melakukan pemeriksaan sejak Senin lalu. Artinya BPK sudah turun lebih dulu sebelum dana yang dimaksud diwacanakan cair bulan depan.
“Kalau dari info yang saya dapat, ini adalah anggaran yang harus dihabiskan tahun ini jangan sampai dikembalikan lagi ke pusat. Takutnya kalau dikembalikan lagi nanti susah dapetin lagi nya,” ulas narsum JP.
Sementara itu, saat JP hendak mengkonfirmasikan isu bantuan miliaran rupiah tersebut kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Rabu (24/2/2021) siang, Kepala DPMD Kab Cirebon Imam Mustadi sedang tidak berada di kantornya. JP akhirnya diarahkan oleh salah satu pegawai untuk menemui Kabid Pemeritahan Desa dimana sebelumnya sudah mengisi buku tamu. Namun saat masuk ke ruangan, Kabid Pemdes tidak ada tempat. Yang saat itu ada diruangan yakni Permana, salah seorang kasi. JP pun langsung menanyakan soal info itu.
“Yang pengajuan proposal desa-desa itu yah? Kalau denger sih denger, cuma saya kurang tahu persis karena bukan bidang saya. Kalau mau konfirmasi bisa ke Bu Lis, salah satu Kasi di Bidang Ekbang (Ekonomi Pembangunan) Desa,” katanya sambil menunjukkan ruangan yang dimaksud.
