Ia juga menjelaskan bahwa jika nanti dana bos cair sekolah akan membayarkan hak-hak para guru tersebut meski dengan dicicil. “Tapi tidak semuanya, mungkin akan kita cicil pembayarannya, karena dana bos itu tidak boleh dialokasikan seluruhnya untuk pembayaran honor guru,” jelas Ratna.
Sebagai pucuk pimpinan di SMK Al Jabbar, kepsek juga meminta maaf kepada sekitar 70 guru yang mengajar di sana. Karena selama pandemi covid 19 ini aktifitas sekolah menjadi penuh keterbatasan yang imbasnya berdampak pada pembayaran gaji guru juga program-program sekolah.
Sementara itu, dikonfirmasi terkait pemberitaan sebelumnya bahwa pihak Sekolah Al Jabbar telah memakai aset negara berupa tanah Gendon milik Pemdes Pabuaran Lor, Ratna tidak bisa memberikan jawaban terperinci, mengingat hal itu merupakan ranah Ketua Yayasan yakni sang kakak dari kepsek, Retno Widodo. Terlebih jabatannya di sekolah saat ini baru berjalan satu tahunan menggantikan kepsek sebelumnya,
Baca Juga:Ustad Maaher Wafat Di Rutan Mabes PolriPantura Indramayu Lumpuh, Tol Cipali Banjir, Terus Lewat Mana Dong?
Kendati demikian pihak SMK Aljabbar berjanji dalam waktu dekat akan mendatangi Pemdes Pabuaran Lor untuk melakukan musyawarah guna membahas langkah ke depan. “Insya Allah besok (Rabu 10 Februari) kami akan datang ke Desa untuk menemui pak kuwu,” jelas Ratna Lestari didampingi suaminya, Junaedi.
Senada dengan penuturan Ketua Yayasan Al Jabbar Ciledug Retno Widodo yang dikonfirmasi JP melalui pesan Whatsapp, Senin (8/2/2021). “Trimakasih atas beritanya. Miss Comunication, Insya Allah dalam waktu dekat yayasan mau silaturahmi ke Pa Kuwu. Selama Pandemi Covid 19 Kami beum ketemu dengan Pak Kuwu,” tulisnya. (jay/adi)
