Tak hanya itu, ada juga permasalahan lainnya yang menimpa SMK Aljabbar yang juga bisa selesai dengan bantuan Pemdes Pabuaran Lor. Seperti halnya saat pihak sekolah bersitegang dengan warga sekitar, bahkan jalan samping SMK Aljabbar hendak di blokir dengan drum oleh warga. Namun dengan tangan dingin sang kuwu mantan anggota Polri tersebut, para pihak yang bersitegang tersebut bisa dilerai dengan solusi, akhirnya masalah pun selesai, terbukti dengan jalan samping kanan SMK yang dibuka untuk sekolah juga untuk jalan umum.
PINTU MASUK SAMPING SMK ALJABBAR MENUJU LAHAN GENDON MILIK NEGARA/DESA YANG HINGGA KINI MASIH DIPAKAI OLEH PIHAK SEKOLAH
Namun seiring berjalannya waktu, Ketua Yayasan Aljabbar (Didi), meninggal dunia dan kini digantikan oleh anaknya yang bernama Retno Widodo sedangkan Kepala SMK Al Jabbar Ciledug sendiri dijabat oleh Ratna Lestari. Sejak pergantian kepemimpinan tersebut dari Didi kepada Widodo, janji dan komitmen pun seolah pudar dan Pemdes Pabuaran Lor terkesan ditinggalkan begitu saja. “Secara perhatian dan kontribusi kepada Desa, antara kepemimpinan Aljabbar sekarang dan yang dulu jauh sekali. Saya berharap, Yayasan Aljabbar jangan seperti kacang yang lupa kulitnya. Karena sejak komitmen awal berjanji untuk maju bersama-sama dan saling support. Namun terus terang, di era sekarang untuk komunikasi saja sulit, dan terkesan maju sendiri-sendiri” ulas Hery.
Baca Juga:89 Ribu Nakes Jabar Telah DivaksinSertifikat Tanah Akan Ditarik! Diganti Dengan ‘Sertifikat Tanah Elektronik’
Di akhir wawancara, Kuwu Herrymenegaskan bahwa dirinya bercerita seperti itu bukan berarti sedang mengungkit kebaikan. Melainkan ingin memaksimalkan potensi desa dengan sumber daya yang ada, salah satunya aset desa berupa lahan. Mengingat tanah tersebut jika dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya pun akan menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat sosial tersendiri.
“Memang tanah gendon tersebut seharusnya diperuntukkan untuk nipayah dan kipayah agar mereka bisa hidup tenang dengan bertani di lahan itu misalnya. Nah ini kan sudah terlanjur dipakai oleh sekolah, ya setidaknya bisa memberikan manfaat yang berkesinambungan untuk Pemdes dan masyarakat Pabuaran Lor. Tidak seperti ini, aset kami masih dipakai tapi lupa dengan komitmen saat dulu merintis,” tegas Hery.
