Banyak Petani Garut Tak Dapat Pupuk Bersubsidi, LASKAR INDONESIA Siap Lapor KPK

Banyak Petani Garut Tak Dapat Pupuk Bersubsidi, LASKAR INDONESIA Siap Lapor KPK
0 Komentar

Untuk itu sebagai upaya penegakan keadilan, LASKAR INDONESIA akan mengawal ini hingga tuntas dan akan melaporkan para pihak yang diduga menyalahgunakan wewenang terkait penyaluran pupuk bersubsidi kepada BPK maupun KPK.

Banyak Petani Garut Tak Dapat Pupuk Bersubsidi, LASKAR INDONESIA Siap Lapor KPKLASKAR INDONESIA SAAT LAPORKAN DUGAAN PENYIMPANGAN PROGRAM PEMERINTAH DI KAB GARUT KE BPK JABAR, PEKAN LALU.

“Laskar Indonesia akan kawal masalah kelangkaan pupuk bersubsidi hak petani ini. Dan yang terbukti menyalahgunakan akan kami laporkan kepada pihak yang berwajib. Sedangkan apabila ada indikasi korupsi akan kami laporkan ke BPK dan KPK,” tegas Koko.

Baca Juga:RSUD Waled Targetkan Gedung Rawat Inap Kelas III Rampung Tahun IniKPK Garap Pemkot Banjar! Pejabat Hingga PNS Biasa Ikut Diperiksa

Sementara itu, parahnya alur distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut ini dibuktikan dengan datangnya sejumlah petani ke Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut di Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, beberapa waktu lalu.

Mereka juga mempertanyakan tentang kartu tani yang dinilai tak jelas dan banyak dari mereka yang tak mendapatkannya. Padahal sejatinya mereka adalah para petani asli yang menjadi sasaran utama penerima pupuk bersubsidi.

“Sudah cukup lama kami kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi padahal kami sangat membutuhkannya. Makanya kami datang ke sini untuk mempertanyakannya secara langsung,” kata Abdul (64), salah seorang petani. Dikatakannya, permasalahan seperti ini sebenarnya sudah cukup lama dialami para petani di Garut. 

Ketika ingin membeli pupuk bersubsidi, tak jarang mereka sangat sulit mendapatkannya karena stok pupuknya sudah habis. Kalaupun stok pupuk masih ada, tambahnya, tak semua petani juga bisa membelinya dikarenakan banyak sekali petani yang tidak memiliki kartu tani.

Sedangkan untuk dapat membeli pupuk bersubsidi, petani harus memiliki kartu tani. Akibatnya, tutur Abdul selama ini dirinya terpaksa membeli dan menggunakan pupuk non subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal dari pupuk subsidi. Meski terasa memberatkan, akan tetapi Ia terpaksa melakukan hal itu ketimbang sama sekali tak bisa mendapatkan pupuk. (tim/jp)

Video Petani Garut ngamuk gara-gara pupuk bersubsidi langka. Klik > “Petani Ngamuk”

0 Komentar