Adapun rombongan komisi III yang mengikuti sidak itu antara lain Cicip Awaludin (Wakil Ketua), Andi Riyanto Lie (Sekretaris), Syaifurrohman (Anggota), Ana Susanti (Anggota), Fitrah Malik (Anggota) dan Fitria Pamungkaswati selaku Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon.
Dikonfirmasi terpisah, salah seorang karyawan Rumah Sakit Gunung Jati yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa jasa pelayanan di Rumah Sakit tempatnya bekerja yang diterimanya dengan besaran jasa pelayanan yang diterima manajemen sangatlah timpang. Ia juga berharap adanya keberimbangan dan transparansi dari manajemen RS Gunung Jati agar tidak menimbulkan kecemburuan di lini bawah.
Begitu juga dengan tunjangan covid 19 yang disebutkan hanya pada pos-pos tertentu saja yang menerima tunjangan tersebut. “Padahal faktanya ada pula bidang di luar pos tersebut yang berkaitan dengan covid dan bahkan cukup beresiko namun tidak tercover dalam tunjangan tersebut. Mohon manajemen juga bisa menyikapi hal ini dengan bijak,” harapnya.
BEGINI KLARIFIKASI MANAJEMEN RS GUNUNG JATI
Baca Juga:Progres Kasus Penghinaan Wartawan, Kasat Reskrim Polresta Cirebon Mohon WaktuKecamatan Babakan Zona Hijau! Sudah Boleh dong Gelar Acara Siang – Malam?
Sementara itu dikonfirmasi lewat telepon, Rabu malam, Wadir Umum Pelayanan Medik dr Siti Maria menyampaikan bahwa terkait belum dioperasikannya Gedung IGD baru hal itu sudah disampaikan secara resmi oleh manajemen dalam sejumlah kesempatan.
“Waktu launching juga di IG TV rumah sakit juga disampaikan, statusnya kita memang belum bisa memakai gedung tersebut. Yang sudah siap baru 3 lantai dan memang sedang proses dan sedang ada yang diselesaikan. Kami juga inginnya bersih tertib dan kami juga menuntut pihak ketiga untuk segera membereskan dulu satu persatu,” ungkapnya.
Sementara saat dibilang oleh dewan bahwa gedung IGD tersebut disayangkan karena difungsikan sebagai gudang, pihaknya merasa keberatan. “Kalau gudang terlalu ekstrem ya menurut saya, karena memang ruangan itu belum dibuka maka dititipkan dulu barang-barang dan masih dibungkus agar tidak hilang,” jawab Maria.
Sedangkan terkait ketidaksiapan lainnya saat sidak, Ia juga menjelaskan bahwa kedatangan para anggota dewan tersebut memang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sedangkan alasan kenapa direktur tidak bisa mendampingi langsung kedatangan para wakil rakyat, hal itu dikarenakan yang bersangkutan sedang berada di Pemkot Cirebon. “Kalau tidak salah, Pak Direktur tadi ke Pemkot karena ada rapat yang melibatkan rumah sakit,” singkatnya.
