Komisi III DPRD Kota Cirebon Bongkar ‘Misteri’ Jasa Pelayanan RS Gunung Jati & Gedung IGD Baru

Komisi III DPRD Kota Cirebon Bongkar 'Misteri' Jasa Pelayanan RS Gunung Jati & Gedung IGD Baru
0 Komentar

CIREBON – Jajaran Komisi III DPRD Kota Cirebon melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Gunung Jati (RSGJ), Rabu (21/10/2020) siang. Dalam sidak tersebut ditemukan sejumlah fakta mencengangkan. Sedikitnya ada tiga tema penting yang terkuak oleh rombongan Komisi III yang juga didampingi oleh unsur pimpinan yakni Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati.

Komisi III DPRD Kota Cirebon Bongkar 'Misteri' Jasa Pelayanan RS Gunung Jati & Gedung IGD BaruSUASANA SAAT SIDAK KOMISI III DPRD KOTA CIREBON DI RS GUNUNG JATI

Temuan pertama yakni terkait pembangunan Gedung IGD 5 lantai yang baru dioperasikan satu lantai, temuan kedua soal transparansi pembagian jasa pelayanan (JP) dan ketiga penggunaan dan pertanggungjawaban dana Covid 19 baik dari BTT APBD maupun sumber anggaran lainnya.

Baca Juga:Progres Kasus Penghinaan Wartawan, Kasat Reskrim Polresta Cirebon Mohon WaktuKecamatan Babakan Zona Hijau! Sudah Boleh dong Gelar Acara Siang – Malam?

Dikonfirmasi Jabar Publisher usai sidak, Fitria Pamungkaswati mengatakan bahwa sidak tersebut menitikberatkan pada pelayanan. “Sidak kali ini kami lebih menyoroti soal pelayanan. Contohnya di Gedung IGD yang baru. Di gedung sebesar itu ternyata untuk tim kebersihan saja satu sift hanya 2 orang. Ini jelas jauh dari efektif dan tidak manusiawi. Belum lagi mereka juga harus merangkap menjadi porter atau petugas yang mengantarkan pasien,” tegas Wakil Ketua Dewan yang juga Ketua DPC PDIP Kota Cirebon ini.

Selanjutnya Fitria menyoroti masalah pembagian jasa pelayanan (JP/Jaspel) dimana hingga kini pembagiannya masih menjadi ‘misteri’.  Sehingga pihaknya meminta RSGJ untuk memberikan data berikut pola pembagiannya, karena dewan juga memiliki peran controling. “Kami juga akan menindaklanjuti hal ini ke dalam rapat kerja khususnya Komisi III dengan RS Gunung Jati dalam waktu dekat ini,” sambungnya.

Ungkapan tak kalah pedas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III Cicip Awaludin yang mempertanyakan secara rinci soal jasa pelayanan. “Kami meminta daftar jasa pelayanan yang diterima oleh seluruh stakeholder dari manajemen RSGJ sampai tukang sapu. Pembagiannya seperti apa, legal standing-nya seperti apa, sistemnya bagaimana? Besok harus sudah ada, dan besok kami akan datang lagi ke RSGJ untuk meminta data itu untuk kita evaluasi,” tandasnya.

Komisi III DPRD Kota Cirebon Bongkar 'Misteri' Jasa Pelayanan RS Gunung Jati & Gedung IGD BaruKOMISI III TIBA DI GEDUNG IGD RSGJ BARU YANG BELUM DIFUNGSIKAN

0 Komentar