“Data postif kemudian dibagi dua lagi, yang memiliki gejala COVID-19 langsung masuk ke rumah sakit rujukan dan yang tanpa gejala akan diisolasi mandiri terpimpin yaitu melalui pemanfaatan IT yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Kemudian yang negatif akan diberikan pilihan divaksinasi atau tidak,” kata Keri.
Keri berharap, aplikasi berbasis Android ini dapat membantu penanganan COVID-19 secara terpimpin dan sistematis.
“Semua inovasi ini (nantinya) tidak hanya digunakan di Jabar, tapi untuk penanganan COVID-19 secara nasional bersama Kemenkes,” ujarnya mengakhiri. (rls/hms)
