Ekonomi Jabar Dinilai Akan Normal Tahun 2025

Ekonomi Jabar Dinilai Akan Normal Tahun 2025
0 Komentar

“InJabar ini lembaga think tank para pemikir yang dititipkan di Unpad, semua masukannya adalah bagian dari bentuk kolaborasi Pentahelix,” tutur Kang Emil.

Menurut Direktur Utama InJabar Unpad Keri Lestari Dandan, pihaknya memiliki sejumlah program pengendalian pandemi sekaligus aktivasi ekonomi.

“Salah satu strateginya adalah menggunakan sebanyak mungkin produk ekonomi Jabar yang punya potensi pemulihan kesehatan, misalnya menggunakan alat kesehatan yang dikembangkan di Jabar sehingga penanganan kesehatan terjadi, ekonomi pun berjalan,” kata Keri.

Baca Juga:UU Cipta Kerja Disahkan, Gub Jabar: Kita Terima Dulu Lalu EvaluasiPengurus Jurnalis Bela Negara Kunjungi Marsda TNI I Nyoman Trisantosa di Mabes TNI Cilangkap

Ia menambahkan, pariwisata juga bisa dimaksimalkan untuk mendorong ekonomi. InJabar pun telah membuat pelevelan berwisata di Jabar yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat dengan tetap memperhatikan penanganan pandemi.

“Jadi intinya harus ada keseimbangan tidak hanya pemulihan ekonomi saja tapi kesehatan diabaikan, tapi harus berjalan bersama oleh karena itu kami mempunyai kajian untuk pemulihan ekonomi dan mitigasi risiko kesehatan,” ucap Keri.

Terkait tiga tahapan penyelamatan ekonomi mulai 2020 hingga penormalan ekonomi di 2025, Keri menegaskan, pihaknya memaparkan strategi kepada gubernur.

“Tiga tahapan ini kita sudah sampaikan strateginya apa saja,” ucapnya.

*InJabar dan Kemenkes RI Kerja Sama Kembangkan Mobile Lab BSL-2*

Selain menyampaikan kajian pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan dalam audiensi dengan Gubernur Jabar, InJabar Unpad juga melaporkan telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) dalam mengembangkan Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (Mobile Lab BSL-2) untuk pengetesan COVID-19 dan tracing massal.

Direktur Utama InJabar Unpad Keri Lestari Dandan menjelaskan, dalam Mobile Lab BSL-2 ini terdapat main room yang berpisah dengan anteroom dan dilengkapi dengan sistem interlock yang menjamin tidak terjadi kebocoran terhadap lingkungan sekitar.

Prototipe Mobile Lab BSL-2 telah selesai dibuat di Kota Cimahi dan sudah ditinjau pihak Kemenkes RI.

“Sekarang sedang proses pembuatan kontrak penyediaannya,” tambah Keri.

Mobile Lab BSL-2 inovasi Jabar ini pun tengah dalam proses sertifikasi di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dengan opsi sertifikasi internasional di Singapura.

Baca Juga:HUT TNI ke-75, Kodiklatad Bareng Komunitas Pajero Berbagi dengan Veteran & DhuafaRayakan HUT TNI Ke-75, Satgas Pamtas Yonif 312/KH Bantu Tokoh Agama Di Perbatasan

Keri mengatakan, pihaknya juga masih dalam kerja sama dengan Kemenkes RI untuk mengadakan aplikasi bernama Indonesia Test Trace and Isolation (ITTI) di Mobile Lab BSL-2. Aplikasi ini akan menjadi basis data untuk algoritma penanganan COVID-19. Pada saat tes dan trace massal, terdapat dua data yang dimilili yakni data positif dan negatif.

0 Komentar