Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja Gubernur dan Forkopimda Jabar. Ia berharap dengan kunjungan kerja tersebut masyarakatnya termotivasi untuk terus melawan COVID-19.
“Kami mengucapkan terima kasih dan dengan perasaan haru Forkompinda Kota Cirebon bahu-membahu memutus mata rantai COVID-19. Kami merasakan kebersamaan yang didukung oleh TNI/Polri dalam menghadapi pandemi ini. Hal ini yang membuat kami merasa tegar dalam menghadapi pandemi,” kata Nashrudin.
“Mudah-mudahan dengan kedatangan dari provinsi ini menjadi penyemangat kami dan kami berharap masyarakat Kota Cirebon untuk tidak menyerah dalam menghadapi pandemi COVID-19,” tambahnya.
Baca Juga:Apotek “LIDIA FARMA” Dompyong | Lebih Dekat, Berkualitas & Harga BersahabatPangdam & Gub Jabar Gelar Baksos di Cirebon
Setelah dari Alun-alun Kasepuhan Kota Cirebon, Kang Emil dan rombongan mengunjungi The Radiant Hotel, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan sepeda motor.
Dalam kunjungannya, Kang Emil menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Selain itu, ia pun memberikan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) kepada desa yang berstatus Desa Mandiri.
Kang Emil mengatakan, Maskara diberikan kepada desa berstatus Desa Mandiri untuk memotivasi desa lain di Jabar.
“Mobil ini diberikan kepada desa yang kategorinya desa mandiri, sehingga ini menyemangati agar desa-desa di seluruh Jawa Barat bersemangat naik kelas menjadi Desa Mandiri. Jawa Barat sangat berkomitmen dalam membangun desa,” katanya.
Terdapat tujuh desa di Kabupaten Cirebon yang menerima Maskara, yakni Desa Susukan, Gegesik Kulon, Mari Kangen, Babakan, Ciawigajah, Ciledug Kulon, dan Prajawinangun.
Kang Emil juga menyerahkan Maskara dalam kunjungannya di Gedung Perundingan Linggarjati, Kabupaten Kuningan. Ada empat desa di Kabupaten Kuningan yang mendapatkan Maskara.
Kunjungan kerja Kang Emil dan Forkopimda Jabar di Cimajakuning berakhir di Desa Bantaragung, Kabupaten Majalengka. Dalam kunjungan tersebut, Kang Emil menyerahkan tujuh Maskara kepada tujuh desa di Kabupaten Majalengka.
Baca Juga:Mau Kerja, Hilang Nyawa di PanturaJK dan 72,4% Responden Ingin Pilkada Ditunda Hingga Vaksin Covid Ditemukan
Bupati Majalengka Karna Sobahi dalam sambutannya mengatakan, di tengah pandemi COVID-19, Maskara digunakan masyarakat perdesaan untuk mengedukasi dan menyosialisasikan terkait protokol kesehatan.
“Keberadaan mobil ini sangat penting saat ini terlebih dalam rangka memfasilitasi kegiatan masyarakat di bidang sosial dan seni budaya, terlebih pula pada masa pandemi COVID-19 ini dimanfaatkan masyarakat untuk sosialisasi,” kata Karna.
