Pakar Epidemologi: Masker & Jaga Jarak Efektif Cegah Penularan Corona

Pakar Epidemologi: Masker & Jaga Jarak Efektif Cegah Penularan Corona
0 Komentar

“Ada wabah yang sumbernya dari AC, itu sempat outbreak di Amerika. Jadi radang pernapasan akut ternyata sumbernya adalah AC. Jadi harus lebih sering bebersihna,” ungkap Bony.

Kedua, pemda harus menyediakan sistem pelayanan kesehatan dan SDM memadai mengantisipasi ledakan pasien. “Kalau ada peningkatan kasus dan misalnya semua harus dirawat, apakah tempat tidur di rumah sakit dan tenaga medis cukup. Ini harus disiapkan pemerintah,” katanya.

Pada saat yang sama, pemda juga perlu memperkuat edukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Menurut Bony, betapa pun pemerintah mewajibkan banyak tapi kalau masyarakatnya tidak patuh, tetap akan sulit berjalan.

Baca Juga:Viral Mobil RI 2 Kehabisan BBM di Sukabumi, Ini Penjelasan Istana Wapres1.300 Lebih Anggota TNI di Bandung & Cimahi Positif Covid-19

“Ini momen kita introspeksi apakah sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Saling mengingatkan satu sama lain karena dengan itu kita bisa kuat,” katanya.

Penularan Udara
Pada kesempatan yang sama, Prof Bony juga menjawab sekaligus meluruskan isu beredar di masyarakat bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui transmisi udara.

Menurutnya, WHO selalu mengupdate berbagai informasi terkait penularan COVID-19 dan bagaimana protokol kesehatan itu dijalankan di seluruh dunia. Dia menegaskan, penularan melalui udara dimungkikan terjadi di fasilitas kesehatan seperti ruang isolasi.

“Metode transmisi airborne hanya dimungkinkan terjadi di setting (tempat) yang spesifik, bukan di tempat umum,” tegasnya.

Bony menuturkan, saat ini WHO masih belum menemukan bukti bahwa penularan melalui udara ini dapat terjadi di tempat – tempat yang lain. Sementara penelitian valid masih belum keluar, maka pemerintah masih menggunakan protokol kesehatan WHO yang lama.

“Penelitian yang ada sejauh ini masih di setting kesehatan seperti ruang isolasi,” sebutnya.

Dari informasi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan terutama di fasilitas kesehatan COVID-19 yang terdiri dari Ring 1, Ring 2, Ring 3. Hal ini menjadi peringatan bagi tenaga medis seperti dokter, perawat, maupun oleh keluarga terdekat pasien.

Baca Juga:Asyiiik..!! Semua Kegiatan Seni Boleh Digelar KembaliKasdam III/Siliwangi & Kapolda Jabar Panen Raya di Majalengka

“Kapan tenaga medis harus pakai masker surgical, N95, APD Level 3 misalnya. Ini betul -betul memperingatkan teman – teman kesehatan harus disiplin menegakkan protokol kesehatan untuk perlindungan dirinya,” sebutnya.

Meski begitu, WHO juga memperingatkan masyarakat harus sangat berhati- hati berada di tempat dalam ruangan (indoor), banyak orang, dan ventilasi udaranya jelek. “Ada potensi munculnya outbreak (wabah),” sebut Bony. (rls/hms)

0 Komentar