Wapres RI “Jempolin” Kesiapan Jabar Gelar Sekolah Tatap Muka

Wapres RI "Jempolin" Kesiapan Jabar Gelar Sekolah Tatap Muka
0 Komentar

“Saya kira ini jadi contoh yang baik, jadi banyak inovasi yang patut dicontoh. Saya harap di daerah lain, kalau mau buka sekolah, harus membuat cara-cara yang paling aman, tapi pembelajaran berjalan efektif,” katanya.

Wapres RI pun menegaskan, daerah yang belum berzona hijau dalam kewaspadaan COVID-19 belum dapat menggelar KBM tatap muka. Bagi daerah yang sudah zona hijau dan akan membuka sekolah pun tetap harus memenuhi persyaratan dan diawasi secara ketat.

“Aturannya untuk zona hijau dibolehkan memulai sekolah tatap muka dan ternyata Kota Sukabumi ini hijau tapi tentu harus ada syaratnya supaya aman dari COVID-19, dan yang diluar daerah hijau belum boleh,” ucapnya.

Tinjau Pesantren

Baca Juga:Pemkab Bekasi Terima Dua Alat Ventilator dari PT HMMIPangdam III/Siliwangi “Kepoin” Sektor 2 Citarum Harum

Seusai meninjau SMAN 4 Kota Sukabumi, Wapres RI meninjau protokol kesehatan Pondok Pesantren (ponpes) Assobariyyah Kota Sukabumi. Wapres RI menyatakan, Ponpes Assobariyyah Kota Sukabumi dapat menjadi contoh bagi pondok pesantren yang sudah memulai kegiatan pendidikan dan keagamaan.

“Saya liat ini juga harus jadi contoh, area pesantren disterilkan, santrinya juga di-rapid test supaya aman, lalu disediakan tempat cuci tangan, rutin disemprot disinfektan, jadi kita harapkan juga ini jadi model untuk pesantren,” kata Wapres.”Jangan sampai membuka pesantren, tapi tanpa persiapan matang, tanpa ada pengawalan dan pengawasan,” tambahnya.

Pemerintah pusat akan membantu pesantren untuk pembangunan sarana MCK hingga perluasan kamar santri atau kobong agar tidak terjadi kerumunan. “Pesantren-pesantren ada yang Rp50 juta beda-beda untuk membangun MCK oleh Kementerian PUPR, atau untuk kamar karena kan suka ada yang satu kamar dihuni oleh banyak santri,” ucapnya.

Kang Emil mengatakan, pihaknya intens mengecek protokol kesehatan pesantren di Jabar. “Protokol saya monitor ke berbagai pesantren sudah siap jadi kita gabung panduan dari Kemenag dan gugus tugas Jabar,” ucapnya. (rls/hms)

0 Komentar