Ridwan Kamil mengatakan hal ini dilakukan secara perlahan, bertahap dan hati-hati. Rumah ibadah dan industri diprioritaskan beroperasi lebih dulu, baru toko, restoretail, atau mall.
Di Jabar, katanya, akan terus dilakukan pelacakan atau pengetesan masif dengan Mobile Test Lab setiap hari.
“Yang 40 persen wilayah melanjutkan PSBB sampai dengan tanggal 12 Juni 2020. Mari berdisiplin ya warga Jabar agar hidup baru kita bisa sukses dan lancar,” katanya.
Baca Juga:Tunggu Hasilnya! Puluhan Pedagang dan Pembeli di Pasar Pabuaran Sudah Dites SwabVideo Kang Jimmy Menjemput Takdir
Soal isi dalam surat yang beredar itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar), Setiawan Wangsaatmaja, membenarkannya. Kata dia, Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar tentang perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi secara proporsional.
Setiawan menyatakan, keputusan perpanjangan PSBB berdasarkan hasil evaluasi dan dikonsultasikan dengan sejumlah ahli, baik epidemiolog dan ekonom.
“Ya, betul. Kepgub Nomor : 443/Kep.287-Hukham/2020 memperpanjang PSBB tingkat provinsi secara proporsional. Kawasan Bodebek dari 30 Mei-4 Juni 2020. Sementara di luar Bodebek, perpanjangan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 30 Mei sampai dengan 12 Juni 2020,” kata Setiawan, Kamis (28/5/20).
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengeluarkan keputusan tentang perpanjangan PSBB tingkat provinsi secara proporsional. Keputusan tersebut ditandatangani Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– pada Kamis (28/5/20).
“Perpanjangan PSBB Bodebek mengikuti kebijakan pemerintah DKI Jakarta. Hal itu karena Bodebek menjadi daerah penyangga Ibu Kota. Jadi, kebijakannya harus sejalan agar penanggulangan COVID-19 optimal,” kata Setiawan.
Menurut Setiawan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan memberikan pernyataan resmi terkait perpanjangan PSBB tingkat provinsi pada Jumat (29/5/20).
“Besok provinsi Jawa Barat akan mengeluarkan nilai tingkat kewaspadaan di kabupaten/kota, yang mana status PSBB tersebut akan dilakukan oleh masing-masing daerah secara proposional sesuai dengan level kewaspadaan dalam skala mikro. Kondisi new normal tentu saja akan tergantung dari level kewaspadaan itu,” ucapnya.
Wagub Jabar Sebut Penerapan New Normal Dilakukan Serentak 1 Juni
Baca Juga:Video Detik-Detik Maling Gasak 2 Motor di BandungKenal di Aplikasi Jodoh: COD-an, Asisten Dokter Malah Diperkosa
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, pemberlakuan new normal di Jabar akan dimulai Senin 1 Juni.
Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum
“Pemberlakuan new normal serentak di seluruh kota dan kabupaten di wilayah Jawa Barat mulai hari Senin tanggal 1 Juni,” kata Uu, dikediamannya di komplek Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (28/5) sore.
