HIPMI Cirebon Jalani Rapid Test Corona ke-2, Ini Hasilnya

HIPMI Cirebon Jalani Rapid Test Corona ke-2, Ini Hasilnya
0 Komentar

Selain Musda HIPMI Jabar sebagai klaster pertama, ada pula seminar keagamaan tanggal 25-28 Februari 2020 di Bogor sebagai klaster kedua. Seminar ini diikuti oleh banyak orang. Seorang peserta asal Solo dikabarkan meninggal karena Covid-19, sedangkan dua peserta ‘membawa’ Covid-19 ke Kaltim.

Karena sudah ada peserta yang terdeteksi positif Covid-19, seperti dianjurkan Kang Emil peserta seminar ini juga selayaknya menjalani tes Covid-19 karena mereka sudah berada dalam klasifikasi ODP. Selain seminar keagamaan ada lagi satu seminar juga di bulan Februari 2020 di Bogor. Peserta seminar ini juga dianjurkan tes Covid-19 dan seminar ini jadi klaster ketiga penyebaran virus corona di Jabar.

Sedangkan klaster keempat adalah acara keagamaan di Lembang yang dilangsungkan tanggal 3 -5 Maret 2020 yang diikuti sekitar 2.000 peserta. Acara ini disebut Kang Emil sebagai klaster keempat.

Baca Juga:Update Corona: Minggu 12 April, 4.241 Orang PositifMenunggu Hasil Sweb, 2 PDP di Kab Cirebon Meninggal Dunia

Kasus-kasus positif Covid-19 di empat acara itu ditemukan melalui tes Covid-19 secara mandiri. Pemprov Jabar sudah mengantongi identitas peserta acara-cara tsb. Tapi, Kang Emil memilih kesadaran peserta acara-acara itu untuk menghubungi dinas-dinas kesehatan di tempat tinggal masing-masing atau menjalani tes Covid-19 secara mandiri.

Selain empat klaster itu penyebaran Covid-19 juga terjadi di Kantor Wali Kota Bogor karena ada interaksi antara Wali Kota Bima Arya yang positif Covid-19 dengan pegawai selain dengan keluarga dan kegiatan-kegiatan dinas, dan sosial lain. Untuk mencari kontak dinas kesehatan akan melakukan contact tracing.

Begitu juga dengan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, contact tracing akan menemukan pegawai di Kantor Yana yang pernah kontak dengan Yana, keluarga dan komunitas lain dalam kegiatan dinas dan sosial. Hal yang saja juga terjadi di Kabupaten Karawang karena Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana positif Covid-19 sehingga ada interaksi atau kontak dengan pegawai, keluarga dan komunitas lain dalam kegiatan dinas, keluarga dan sosial. (red)

Laman:

1 2
0 Komentar