Dari pantauan PVMBG terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu (11/4/2020) pada pukul 05.44 WIB.
Sementara petugas di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita justru tak mendengar ada suara dentuman.
“Secara instrumental tekanannya tidak terlalu besar, sehingga wajar jika tidak terjadi dentuman di pos pengamatan di Pantai Carita. Jadi aneh juga kalau terdengar sampai Depok dan Bogor karena yang dekat saja enggak kedengaran,” katanya.
Baca Juga:Sesosok Mayat Wanita Ditemukan di Pinggir Sungai Ender KalipasungIni Bentuk Empati Jajaran Batalyon C Satbrimob Jabar Terhadap Warga Terdampak Corona
Informasi yang dihimpun, Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda kembali erupsi. Letusan diketahui dimulai Jumat (10/4/2020) pukul 21:58. Sementara letusan kedua terlihat pada pukul 22:35 WIB.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan seperti rilis yang disampaikan Kapusdatinkom BNPB, Agus Wibowo melaporkan kondisi terkini di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan pada Sabtu (11/4/2020) pukul 04.00 WIB bahwa tidak terpantau adanya bau belerang dan debu vulkanik.
“Mulai turun hujan, dan masyarakat di Kecamatan Rajabasa terutama wilayah sepanjang pantai yaitu Desa Way Mulih, Desa Way Mulih Timur dan Desa Kunjir sudah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Warga masih berjaga-jaga dan ronda untuk memantau kondisi yang ada,” kata Agus Wibowo.
TRC BPBD Kabupaten Lampung Selatan telah menghubungi tim pemantau Gunung Api Krakatau. Hasilnya status masih waspada (Level 2) dan aktivitas vulkanik sudah reda.
TNI/Polri saat ini siaga di lokasi kejadian untuk membantu mengevakuasi warga.
Begitu pun aparat desa dan camat setempat sudah berada di lokasi kejadian memberikan arahan kepada warga.
“Sampai pagi ini belum ada laporan kerusakan, petugas BPBD dan aparat setempat akan terus memantau dan melaporkannya,” katanya. (*)
