KARAWANG – Menariknya di Pilkada Karawang. Bupati dan Wakil Bupati yang sedang menjabat, ikut dalam kontestasi dan keduanya menjadi lawan. Yang bikin menarik, terbelahkah ASN di lingkungan Pemkab Karawang? Lalu, bisakah kesucian netralitas PNS dijaga?
Terkait itu, yang kini sedang ramai jadi perbincangan di daerah berjuluk kabupaten lumbung padi itu adalah beredarnya foto Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang, H. Sopian berpose menunjukkan dua jari bersama Bupati setempat, Hj. Cellica Nurrachadiana, dalam suatu acara.
Kepala Kemenag Karawang sedang berfoto bareng calon petahana seraya menunjukkan dua jari
Baca Juga:Maling ini: Sukses Ngembat Motor, HP + Duit 1 Juta di Pangenan, eh Ketangkap di Pasar Weru, Lagi NongkrongSiapa Pembunuh Gadis Bertato yang Mayatnya Dibuang dekat Hotel Bintang 4 di Lembang?
Ada yang beranggapan kalau foto tersebut simbol dari parktik politik praktis yang dilakukan Kepala Kemenag Karawang. Ada juga yang menyanggahnya, dengan mengasumsikan kalau dua jari yang ditunjukkan Kepala Kemenag Karawang itu hanyalah pose dalam berfoto. Dan itu dianggap wajar, terlebih proses Pilkada Karawang belum pada pendaftaran calon.
“Itu hal yang wajar, terlebih belum masuk wilayah kampanye. Ada gak aturan mengenai pose jari di KPUD? Kalau pun ada, kan belum masuk kampanye, daftar saja belum,” ujar Koordinator Kaukus Masyarakat Karawang, Fradifta Rizky Akbari, kepada jabarpublisher, Sabtu (7/3/2020).
Koordinator Kaukus Masyarakat Karawang, Fradifta Rizky Akbari
Menurut dia, adapun pantun yang dilontarkan Kepala Kemenag saat membuka acara peresmian programnya, itu merupakan sesuatu yang wajar. Dimana seorang Kepala Kemenag memberikan ucapan terimakasih pada Bupati Karawang, lewat sebuah pantun.
“Itu karena Pemkab Karawang yang dinahkodai oleh Cellica, sudah dianggap mampu mengelaborasikan program kegiatan Kemenag dan pemerintah daerah. Yang mana dalam hal ini Pemkab Karawang memberikan support penuh terhadap program-program Kemenag Karawang,” katanya.
Sebelumnya, kritik dilontarkan Ketua Umum GP Maskar (Gerakan Perubahan Masyarakat Karawang), Ritchie Freddy Suntara. Dia sangat menyesalkan sikap Kepala Kemenag Karawang atas pose foto dan pantun yang dilontarkannya di acara peresmian kelima Kampung Santri Bojong di Desa Rengasdengklok pada Rabu (4/3/2020).
Menurut dia, sikap politik praktis terlalu kentara ditunjukan oleh Kepala Kemenag Karawang. Terlebih ditegaskan Freddy, sebelumnya Kepala Kemenag, H. Sopian memang diisukan akan menjadi pendamping atau calon wakil bupati dari pencalonan Cellica Nurrachadiana di Pilkada 2020.
