Kantor Desa Sumbakeling Digeruduk Warga, Pertanyakan Bumdes, “Dana Kas Nol Rupiah”

Kantor Desa Sumbakeling Digeruduk Warga, Pertanyakan Bumdes, "Dana Kas Nol Rupiah"
0 Komentar

KUNINGAN – Kantor Desa Sumbakeling Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, digeruduk warga, Jumat (21/2/2020). Mereka mempertanyakan keberadaan Bumdes, yang selama ini nyaris tak pernah terlihat wujudnya dan dirasakan manfaatnya.

“Selama 10 tahun, Bumdes di desa tersebut hanya namanya yang terdengar, sementara wujudnya tak nampak, begitupun manfaatnya, tak pernah kami rasakan,” ujar salah saorang warga dari Dusun Babakan, desa tersebut, Tohidin.

Yang lebih parah lagi, sambung dia, ketika warga hendak mengajukan pinjaman, yang merupakan bagian dari jenis usaha Bumdes (simpan-pinjam), pengurus Bumdes yang baru mengatakan kalau dana kas yang ada di Bumdes nol rupiah.

Baca Juga:Lantik Kepala SMA/SMK, Kang Emil: Jadikan Sekolah Rumah Kedua SiswaCerita di Balik Pengalaman Kang Emil Jadi Dubber Film Animasi Riki Rhino

“Kami jelas sangat kecewa. Selama 10 tahun kami tak pernah merasakan manfaat dari keberadaan Bumdes, dan sekarang, ketika kami mengajukan pinjaman untuk modal usaha, dana kasnya nol rupiah. Jelas ini ada yang janggal, yang dilakukan oleh pengurus Bumdes yang dulu, yang saat itu kepala desanya masih dijabat oleh Habib Soleh selama dua periode,” tambah dia.

Kantor Desa Sumbakeling Digeruduk Warga, Pertanyakan Bumdes, "Dana Kas Nol Rupiah"Nana Mulyana, Ketua Bumdes Sumbakeling

Kata dia, keberadaan Bumdes di Desa Sumbakeling sudah ada sejak tahun 2012. Saat itu, Desa tersebut masih dipimpin oleh Habib Soleh, yang baru lengser tahun ini. “Dia menjabat dua periode. Dan saat kepemimpinannya itu, Bumdes disini didirikan, dengan unit usahanya simpan pinjam,” timpal warga lainnya, yang merupakan tokoh Dusun Babakan, Pepen Suryana.

Dari saat pendirian itu, jelas dia, Bumdes di desa tersebut diketuai oleh Dadang Setia Darma, yang sejak beberapa tahun lalu sudah meninggal dunia. Setelah itu, kepengurusan Bumdes diteruskan oleh anaknya, Neneng Rusmiati. Dan kepengurusan Bumdes tersebut, kata dia, baru saja mengalami peralihan ke pengurus baru, yang diketuai oleh Nana Mulyana. Begitupun dengan kepala desanya, baru dua bulan dijabat oleh Rodiman.

Laporan Siluman

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Bumdes Sumbakeling yang baru, Nana Mulyana, mengatakan, dirinya baru beberapa hari menjabat ketua dan sekaligus mengurusi Bumdes Sumbakeling. Dirinya mengaku kaget ketika mendapatkan laporan pembukuan Bumdes saat peralihan dari kepengurusan yang lama.

“Saya mendapatkan banyak kejanggalan dari laporan pembukuan itu. Yang lebih parah lagi, masa kas dana Bumdes nol rupiah. Padahal saat pembentukan di tahun 2012, itu ada dana awal sebesar Rp 50 juta di tahap I dan Rp 50 juta lagi di tahap II,” ujarnya.

0 Komentar