Polisi Buru Pria Asing yang Bawa Kabur Bocah 7 Tahun dan Sepeda Motor Emaknya di Cirebon Girang

Polisi Buru Pria Asing yang Bawa Kabur Bocah 7 Tahun dan Sepeda Motor Emaknya di Cirebon Girang
0 Komentar

Orang tersebut, lanjut dia, mengaku sering ngasih rokok ke Nendra saat mereka kerja di kapal karena katanya gajinya lebih besar. Dia itu bahkan menyebutkan nama-nama dari beberapa teman Nendra.

Kepada Tuti, pelaku juga mengaku ingin berbagi dengan keluarga Nendra. Pelaku menawarkan ikan segar yang katanya sudah disiapkan di rumah temannya di wilayah Ciperna.

“Dia bilang mau ambil ikan ke rumah temannya tapi gak bawa motor. Jadi minta antar sama Tuti yang kebetulan ada di rumah. Karena status Tuti janda, jadi khawatir disangka macam-macam sama tetangga dan dianggap pergi sama laki-laki, akhirnya Tuti bawa anaknya Reza,” lanjut Aisah.

Baca Juga:Kepgub TPP Sudah Diteken Gubernur, ‘TOL’ untuk Dokter Kapan?Kelabu di Minggu Malam? Ke 3D aja, Ada Live DJ dan Ladies Dancer

Jadilah hari itu, pelaku, Tuti, dan Reza, menggunakan satu sepeda motor. Pelaku mengendarai motor, Tuti dan anaknya di belakang (bonceng). Kabarnya pria itu juga meminta dibawakan karung sebagai wadah ikan yang akan diambil di rumah temannya.

Mereka pun melaju ke wilayah Ciperna. Tapi saat sampai di salah satu masjid yang masih berlokasi di wilayah Ciperna, pria itu tiba-tiba belok ke parkiran masjid dan berhenti dengan alasan ingin salat Asar.

Tuti sempat tanya, kenapa berhenti. Tapi pelaku ngakunya mau salat Ashar. Mereka pun akhirnya turun. Di situ pelaku masih memakai helm, lalu tiba-tiba menyuruh Tuti salat duluan. Katanya gantian aja. Tuti akhirnya masuk duluan ke masjid untuk shalat Ashar.

Tanpa curiga, Tuti mengiyakan apa yang disampaikan pelaku. Pelaku lalu bilang sambil nunggu Tuti salat, dia pergi dulu ambil ikan. Katanya rumah temannya itu sudah dekat di gang masjid. Reza anak Tuti masih di atas sepeda motor juga ikut dibawa sama orang itu.

Tuti pun melaksanakan salat Asar. Sedangkan pelaku kabur dengan membawa motor Tuti dan anaknya. Sampai pukul 17.00, Tuti menunggu dengan gelisah. (red)

Laman:

1 2
0 Komentar