CIREBON – SMP Negeri 1 Babakan (Spensaba), Kab Cirebon, kembali membuat gebrakan di penghujung tahun 2019 dengan menggelar PAPERS (Pagelaran Perhelatan Seni), Sabtu (14/12/2019). Rangkaian acara itu dibagi dalam tiga sesi kegiatan itu berlangsung sukses, meriah dan inovatif.

Sejumlah acara yang digelar yakni pengumuman juara Festival Film Sekolah (FFS) sebagai salah satu kegiatan ujian praktek Kelas 9 dan pengumuman Spensaba Choice Awards (SCA) guna menentukan Putra/Putri Spensaba 2019.
Ketua Panitia Acara PAPERS 2019, Deden Jafar Sidiq mengatakan, pada sesi ‘pagelaran’ berisi pengumuman para juara terbaik dan terfavorit yakni produser, sutradara, pemeran utama, dan lainnya. “Ini kegiatan rutin tahunan di sekolah kami sebagai aplikasi dari pelajaran seni dan budaya. Alhamdulillah, semua siswa khususnya kelas IX sangat antusias dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan,” ungkap Mr. DJ, sapaan akrabnya.
Baca Juga:Ternyata, Kontraktor Pemenang Tender Rumah Deret Tamansari sudah Masuk Daftar Hitam LKPPMau Nembak Polisi, Maling Motor di Karawang (malah) Ketembak Duluan, Tewas!
Sedangkan pada sesi ‘seni’ lanjut dia, berisi penampilan kreatifitas siswa yakni grand opening sae, band, modern dance, mini konser, fashion show, pameran lukisan, dan closing act.
PEMANDU ACARA PAPERS 2019 BERKOSTUM BUSANA KHAS DAERAH
Pada sesi ini, SMPN 1 Babakan juga menghadirkan bintang tamu yakni “SP Band” untuk menghibur siswa siswi yang baru saja menggelar ujian sekolah. SP Band tampak apik membawakan tiga buah lagu yang sedang ngeHits antara lain Salah Apa, Pamer Bojo (Cendol Dawet) dan Bocah Ngapak. Pada sesi ini ratusan siswa turut bergoyang bareng di tengah lapangan namun tetap bisa menjaga ketertiban.
Kepala Sekolah SMPN 1 Babakan, M. Taufan Agus S., S.Pd. MM mengatakan, bahwa sekolah yang dipimpinnya itu secara rutin mengadakan acara pagelaran seni dan budaya setiap tahun pelajaran menjelang ujian nasional (UN). Hal ini mengingat peranan lembaga sekolah dinilai sangat strategis sebagai pewaris seni dan budaya karena siswa masih berusia muda. “Di pundak mereka tertumpang harapan untuk melestarikan seni dan budaya hasil karya pendahulu kita. Inilah salah satu landasan diadakannya pagelaran seni dan budaya di sekolah” katanya.
Ia menjelaskan, kendati serbuan budaya asing saat ini tengah marak, namun seni dan budaya tradisional asli daerah tidak akan lenyap. “Anak-anak bangsa akan meresapi lekuk-lekuk nilai yang tersimpan dalam kesenian dan kebudayaan daerah yang lebih sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia,” imbuhnya.
