World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa, Asia, Afrika  

World Halal Summit: Pesantren OPOP Curi Perhatian Delegasi Eropa, Asia, Afrika  
0 Komentar

Kolca mengatakan, jumlah muslim di Inggris kian bertambah. Dia berjanji akan mengabarkan sistem pendidikan pesantren yang unik ini. Dewan Masjid Inggris akan mengirim anak-anak muslim pada liburan tahun depan ke pesantren-pesantren Jawa Barat untuk mempelajar Islam yang peduli pada pembinaan ekonomi umat. Anak-anak ini akan belajar pertanian di Pesantren Al-Ittifaq, Ciwidey Bandung.
Kolca mengatakan, selama ini banyak organisasi amal Islam dunia yang memberikan sumbangan kepada lembaga pendidikan keagamaan di negara-negara Afrika. Melalui OPOP ini dia mendapat informasi unik tentang pesantren di Indonesia.
“Saya akan memberitahu para donatur Eropa agar mengalihkan sebagian donasinya ke pesantren di Indonesia,” katanya.
Hiba Al-Qadi, Direktur Kontrak dan Tender Dallah Group Companies juga menyatakan apresiasinya. Dia kagum mengapa Daarut Tauhid sebagai lembaga pendidikan juga dapat melebarkan sayap ke sektor bisnis. Dia tak habis pikir  mengapa DT dapat membangun masjid di Gaza, Perth dan Selandia Baru.
Begitu positifnya sambutan delegasi asing, hingga tercipta  penandatanganan MoU antara Ketua Kamar Dagang dan Industri Senegal Ali Diou dengan Umi Waheeda pimpinan Koppontren Al Ashiriyyah Nurul Iman.
Kerja sama ini selain transaksi bisnis pembelian beras, juga meliputi kerja sama manajemen pesantren berbasis sistem pendidikan berkualitas berdasarkan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).
“Mereka tertarik dengan sistem pendidikan kita. Karena itu saya pikir pesantren Indonesia harus menjual metode dan sistem pendidikan berbasis social entrepreneurship ini. Kita tunjukkan juga bahwa pesantren-pesantren kita bukan pesantren kumuh seperti di negara lain,” ujar Umi.
Negara lain seperti Palestina, Kenya, dan India turut meminta masukan ke Jawa Barat tentang sistem pendidikan pesantren. Bahkan India telah meminta Umi Waheed menjadi pembicara pada Forum Halal India di Ahmaderabad dalam waktu dekat.
“Kami ingin agar pesantren bisa mandiri, tidak tergantung pada donasi. Saya akan berbicara bagaimana pesantren berwirausaha,” ujar Umi.
Nurul Iman adalah pesantren dengan jumlah santri 15.000 orang terdiri dari PAUD, hingga perguruan tinggi. Para santri ini digratiskan dari biaya pendidikan, sehingga Nurul Iman harus mandiri membiayai kegiatannya.

0 Komentar