Kembangkan Kasus Korupsi Sunjaya, KPK Cekal Bos Cirebon Power ke Luar Negeri

Kembangkan Kasus Korupsi Sunjaya, KPK Cekal Bos Cirebon Power ke Luar Negeri
0 Komentar

Pada Hari Listrik Nasional ke 73 – PowerGen Asia di ICE BSD yang bulan September 2018  Heru bertindak sebagai Sekretaris Jenderal MKI (Masyarakat Kelistrikan Indonesia). Saat itu pernah mengatakan, “Struktur pasar ketenagalistrikan saat ini sangat bergantung pada PLN, karenanya syarat utama keandalan struktur ini adalah PLN harus sehat baik secara keuangan maupun keandalan pengoperasian. Sedikit saja kesehatan PLN terganggu maka keseluruhan sistem ketenagalistrikan di tanah air akan terganggu” ujar Heru.

Heru juga merujuk pada berbagai kemajuan teknologi di pembangkitan, transmisi dan distribusi, optimalisasi operasi, inovasi EBT (Energi Baru dan Terbarukan), serta digitalisasi. Teknologi baru seperti smart grid, big data dan AI (Artificial Intelligence), distributed energy resources, blockchain, cyber security, dan beragam teknologi baterai telah mewarnai industri ketenagalistrikan.

Dunia sedang menyambut era prosumer (producer dan consumer) dan enernet (energy on internet) dan kebangkitan EBT. Heru mengatakan:“Kemajuan teknologi yang sangat pesat mendorong kita untuk mulai memikirkan peran PLN dan struktur pasar ketenagalistrikan di masa depan”. Kebijakan dan regulasi perlu disiapkan untuk mengantisipasi perubahan besar yang dihasilkan dari revolusi teknologi yang akan berujung pada perubahan bisnis model.

Baca Juga:Pertamina akan Bangun Pabrik Senilai Rp 100 Triliun di IndramayuGiliran Ciamis Diterjang Puting Beliung, 28 Rumah Rusak

Di sisi lain, data dari PLN menunjukkan bahwa saat ini masih ada 3.660 desa di kawasan Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T) yang belum teraliri listrik. Sementara menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, masih ada 400 ribu-an rumah di daerah 3T yang sama sekali belum teraliri listrik. Melihat situasi ini, Heru mengusulkan pengembangan energi terbarukan secara serius untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Sinar matahari, panas bumi, air, dan bio massa adalah energi terbarukan yang melimpah di negara ini namun belum dimanfaatkan dengan maksimal.

“Tantangan teknologi adalah bagaimana agar berbagai energi terbarukan ini menjadi terjangkau harganya. Pemanfaatkan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pribadi sekaligus produsen listrik mendorong lahirnya era prosumerKita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada satu lembaga saja untuk mencapai target EBT 23% pada tahun 2025. Diperlukan kolaborasi banyak pihak dengan memanfaatkan kemajuan teknologi”, jelas Heru.

0 Komentar