CIREBON – Kegiatan hari ketiga Pelatihan Manajemen Keselamatan dan Kebakaran Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon, memberikan tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi ratusan karyawan dengan menggelar pelatihan dan simulasi dari BPBD dan Damkar Kab Cirebon.
PESERTA PELATIHAN – Ratusan karyawan RSUD Waled tampak serius mengikuti pelatihan.
Pelatihan yang dimulai sekitar pukul 09’00 WIB sampai pukul 14’00 WIB, bertempat di ruangan Aula RSUD Waled lantai 4 itu diisi dengan penjelasan materi dan simulasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Cirebon.
Dari pantauan Jabar Publisher langsung di lokasi, terihat karyawan RSUD waled yang hadir dipelatihan tersebut sangat antusias mengikuti arahan dan penjelasan dari petugas Damkar, yaitu cara mencegah dan menanggulangi kebakaran dilingkungan rumah sakit guna memberikan keselamatan pada pasien juga termasuk keselamatan diri.
Baca Juga:Bapenda Optimis Tahun ini PDL Bisa Capai TargetKasus Meikarta: Eks Presdir Lippo Cikarang Ditahan KPK
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari, yang dimulai dari Senin (18/11/2019) sampai dengan Kamis (21/11/2019). Pembagian materinya yakni, hari pertama dan kedua itu berisi pelatihan dan simulasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Cirebon, dan di hari ketiga dan keempat pelatihan dan simulasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Cirebon.
NARSUM JP – Dr. Asep Firmansjah, M.H, Bidang Pelayanan Penunjang Medis RSUD Waled saat diwawancarai wartawan.
Dr. Asep Firmansjah, M.H, Bidang Pelayanan Penunjang Medis RSUD Waled, mewakili Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan, pelatihan ini selain untuk persyaratan akreditasi dari Kemenkes RI bulan Desamber 2019 nanti, juga sebagai upaya pembekalan ilmu penanganan dalam kondisi darurat bilamana terjadi bencana.
“Rumah sakit itu harus siap dan siaga dalam menghadapi bencana, baik bencana alam maupun kebakaran, atau bencana lain yang sifatnya internal di rumah sakit. Karyawan yang mengikuti pelatihan ini sekitar 400 orang, termasuk dari manajemen rumah sakit,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, bekal dari pelatihan itu nantinya, RSUD Waled juga akan menapatkan sertifikat siap siaga bencana hasil ilmu pengetahuan yang diperoleh peserta dari pelatihan tersebut.
“Kemudian kami dari pihak rumah sakit diketahui oleh BPBD akan memberikan sertifikat tersebut kepada peserta yang sudah mampu menangani bencana. Dan yang terpenting masyarakat itu yakin, bila terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak rumah sakit bukan hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi juga mampu menyelamatkan pasien, aset-aset dan juga dokumen,” ujar Asep.
