“Saya juga sebelum saluran dikerjakan pengennya beres, semua perihal pembayaran, terus kalau tidak dikerjakan ini kan aliran dananya dari dana desa, sayang jika emang salah satu tidak dikerjaan uangnya kan harus dikembalikan ke pemerintah. Sedangkan saluran itu kebutuhan masyarakat, karena sering banjir makanya dibikin saluran itu dan bukan pak Su’an saja yang belum dibayar tapi yang lainnya juga belum,” beber Sukari.
PJ Kuwu Ingin Tim Pemkab Datang Agar Cepat Polemik Segera Selesai
Sementara itu, Pejabat Kuwu Desa Waled Desa Mujini, saat dikonfirmasi Jum’at (15/11/2019) di kantornya mengatakan bahwa pihaknya juga tengah menunggu tim apresial pemkab datang agar semuanya selesai.
Baca Juga:Komite SMP dan SMA di Tirtajaya Karawang, DisoalKang Emil Ajak Ulama KBB Ikut English for Ulama Tahun Depan
“Kami juga aparat desa menunggu kelanjutannya, dan sampai saat ini belum ada informasi dari tim apresial kabupaten, padahal langkah dan poresnya sudah 75 %, nanti untuk langkah selanjutnya kita akan menanyakan kembali kepada pihak terkait. Kami juga akan panggil pak Su’an dan bu Wiwi, untuk mengadakan musyawarah biar ada solusi, karena kami juga ingin segera menyelesaikan masalah ini, tapi bila dari pihak Pak Su’an dan Bu Wiwi tidak mau, mungkin kita akan belokan jalurnya supaya tidak mengenai tanah tersebut,” tandas PJ Kuwu Waled Desa. (adi/eko)
