Tanahnya Belum Dibayar Lunas Tapi Sudah Dibangun Saluran, Warga Waled Desa Protes

Tanahnya Belum Dibayar Lunas Tapi Sudah Dibangun Saluran, Warga Waled Desa Protes
0 Komentar

Kemudian setelah selesai wawancara, Su’an dan Wiwi bersama tim Jabar Publisher langsung ke lokasi pembangunan saluran, dan disana terlihat adanya aktifitas pekerja, yang sedang melakukan persiapan pengecoran. Keduanya juga menunjukan posisi tanah mereka yang termasuk didalam proyek saluran tersebut.

Tim JP pun akhirnya melanjutkan ke kantor kuwu, sampai disana sekitar pukul 12 siang. Awalnya tidak ada siapa-siapa di kantor, lalu datanglah Seksi Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Waled Desa, Sukari, untuk dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut, setelah sebelumnya dihubungi oleh wartawan JP.

Tanahnya Belum Dibayar Lunas Tapi Sudah Dibangun Saluran, Warga Waled Desa ProtesTim JP mengkonfirmasi Sukari (Seksi Ekbang) Waled Desa.

Sukari mengatakan, awalnya tanah kas desa waled desa ini kena tapak tower pada tahun 2018 lalu, otomatis tanah kas desa dibeli sama PLN, untuk Sutet, yang luasnya 34 m x 34 m. Itukan harus ada pengganti tanah atau uangnya harus dijadikan tanah lagi, kebetulan desa ini butuh untuk saluran pembuangan air, yang sekarang lagi dikerjakan ditanah tersebut, lalu saya datang ke warga yang punya tanah, yaitu tanah punya H. Ayip dan Su’an atau Wiwi. Kalau urusan masalah pembayaran, ketika untuk mengganti tanah kas desa jadi bukan desa yang menghitungnya, ada tim apresial dari kabupaten dan nanti orang kabupaten yang membayar, juga yang menentukan harganya,”ujar Sukari.

Baca Juga:Komite SMP dan SMA di Tirtajaya Karawang, DisoalKang Emil Ajak Ulama KBB Ikut English for Ulama Tahun Depan

Ia juga mengklaim bahwa uang untuk pembayaran tanah tersebut sudah ada. “Kalau uang sih sudah ada di rekening, Tapi karena bukan kewenangan kita, kami takut disalahkan, kalau dibayar sih pasti akan dibayar, bukan mempersulit, tapi nunggu dulu dari tim apresial dan nanti orang dari PLN juga hadir,” katanya.

“Kemarin juga Pak Su’an juga datang ke balai desa, saya bilang kalau Pak Su’an butuh duit nanti ditalangin dulu pake uang kas Desa. Kalau urusan jual beli mah nanti ada tim apresial, dan saya tanya ke warga yang habis jual beli tanah, per batanya itu atau persamaannya 14 meter persegi, kena harganya 800 ribu. Nah tinggal dikalikan saja tanah pak Su’an yang terpakai berapa,” kata Sukari.

0 Komentar