CIREBON – Proyek pembangunan saluran air, yang dikerjakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Waled Desa, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, yang aliran dananya bersumber dari Dana Desa Tahap II, menuai protes dari salah satu pemilik tanah yang belum diselesaikan pembayaranya.
Pembangunan Saluran di Waled Desa
Kabar tersebut datang dari pasangan suami istri yaitu Su’an dan Wiwi, Warga Waled Desa, Dusun Wage, Blok Babatan, RT.14 RW.07. Mereka menceritakan keluhannya kepada Jabar Publisher, Kamis (14/11/2019) di rumahnya. Ia mengatakan bahwa tanahnya seluas sekitar 10 bata, yang dipakai untuk pembangunan saluran air oleh Pemdes Waled Desa sampai saat ini, kurang lebih sudah satu tahun berjalan belum diselesaikan pembayaranya.
“Soal tanah saya yang luasnya sekitar 10 Bata, untuk dibuat saluran air sudah hampir satu tahun, dari 2018 sampai sekarang belum ada kejelasan atau penyelesaian soal pembayarannya. Dari awal juga belum ada kesepakatan atau perjanjian tentang harga, kemudian saya lihat pada hari Rabu (13/11/2019), saya kaget kok ada yang sedang melakukan pekerjaan di lokasi tanah saya. Lalu saya nanya ke salah satu pekerja, kenapa ini sudah mau dicor, urusannya dengan saya selaku yang punya tanah kan belum selesai. Lalu perkerja bilang jangan tanya ke saya karena saya mah hanya sebagai pekerja,” ungkap Wiwi menceritakan.
Baca Juga:Komite SMP dan SMA di Tirtajaya Karawang, DisoalKang Emil Ajak Ulama KBB Ikut English for Ulama Tahun Depan
Selanjutnya Ia kemudian bertanya kepada perangkat desa setempat. “Lalu saya nanya ke lugu Uba Subani Kepala Dusun 3 Blok Wage, kenapa ko mau dicor? Kan belum beres. Terus dia bilang kalau seandainya tanahnya dihargai 50 juta, terus di kasih DP Rp 30 juta dulu gimana? Lalu saya jawab yang penting selesaikan dulu saja gimana enaknya. Dan selama ini saya baru nerima uang Rp 2 juta. Menurut saya itu sih itung-itung nyewa tanah saya selama setahun. Karena ada juga warga yang ngomong ke saya itu kok tanah belum selesai pembayaranya sudah digarap. Jadi sekarang sih jika emang ga mau menyelesaikan pembayaran terus ga jadi dibeli juga tidak apa-apa. Tapi saya minta, kembalikan tanah saya seperti semula, seperti sebelum dikerjakan,” ulas Wiwi.
