Mencuat! Polemik Pembangunan Kandang Ayam Modern Di Desa Tonjong – Pasaleman

Mencuat! Polemik Pembangunan Kandang Ayam Modern Di Desa Tonjong - Pasaleman
0 Komentar

Sementara itu Kuwu Tonjong terpilih yang juga kuwu incumbent, Yuherna menjelaskan, bahwa munculnya riak-riak masalah ini, justru setelah semua perijinan seperti amdal dan yang lainnya sudah ditempuh. Ia juga menduga ada muatan politis yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu.

Mencuat! Polemik Pembangunan Kandang Ayam Modern Di Desa Tonjong - PasalemanKONFIRMASI – Foto dari kiri ke kanan: Kuwu Tonjong terpilih, wartawan JP, Ketua BPD dan Kadus 01 saat dikonfirmasi soal pembangunan kandang ayam dan isu strategis di perbatasan Jabar-Jateng di kediaman Kuwu Tonjong Terpilih, Yuherna.

“Menurut saya warga malah bersyukur dengan akan dibangunnya kandang ayam tersebut karena bisa menyerap tenaga kerja sedikitnya 40 orang. Dan malah katanya dari PT tersebut juga akan menyumbangkan dana kompensasi untuk pembangunan pagar musholla. Saya tahunya sebatas sosialisasi, perkembangan selanjutnya saya tidak tahu, karena sementara ini tidak menjabat sebagai kuwu, apalagi tentang isu jual beli tanah,” kata Yuherna.

Baca Juga:Banyak yang Kecewa, Bupati Cirebon Urung Hadir di Acara Expo 2019Kuwu Lebak Mekar Sukses Wujudkan Kantor Desa Megah dengan Pelayanan 24 Jam

Kemudian Kepala Dusun 01 Desa Tonjong, Dedi Dananto juga menjelaskan, bahwa pihak dari PT akan memberikan kompensasi senilai Rp 10 juta, dengan ri 5 juta untuk pemagaran musholla, dan 5 juta untuk warga sekitar. “Dan itu sudah disepakati serta ditandatangani saat pertemuan musyawarah antara warga yang hadir dengan pihak PT, nanti di tahap selanjutnya, menurut peraturan pihak PT dalam perekrutan tenaga kerja akan memprioritaskan warga sekitar. Dan setelah produksi berjalan untuk CSR-nya juga ada andil buat warga, makanya warga juga mau dan menandatangani,” terang Dedi.

Sedangkan saat tim JP survey langsung ke lokasi pembangunan kandang ayam yang dimaksud, disana ada beberapa narasumber dari warga sekitar. “Ya saya dengar beredarnya isu tersebut termasuk soal harga tanah. Dan semakin ramai menjelang pemilihan kuwu sampai sekarang. Kalau bicara radius, ya gak sampe 500 meter sih mas, paling juga 200 meteran,” ujar sumber yang juga warga asli Desa Tonjong ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak PT terkait karena tidak ada satupun pihak yang bersedia memberikan akses perwakilan manajemen yang bisa dihubungi. Baik Pemdes maupun warga sekitar hanya menyatakan bahwa PT tersebut adalah anak perusahaan dari PT. Japfa dengan kantor yang berada di Majalengka. Rencananya redaksi akan mengkonfirmasi langsung saat pembangunan jembatan sebagai akses jalan masuk menuju lokasi kandang ayam. (adi/jay)

0 Komentar