Pembicara pertama yakni Iik Nurulpaik, S. Pd., M. Pd., M. Si menjelaaskan mengenai Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional. “Pemuda masa depan adalah pemuda yang memiliki kuat iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi, mandiri, sehat jasmani dan rohani, pergaulan internasonal berbasis nilai-nilai nasionalisme dan kearifan lokal, dan menjadi teladan,” ujarnya.
Pembicara kedua Dr. Ahmad Rifqy Ash-Shiddiqy, M. Pd. menjelaskan mengenai Pemuda Indonesia dalam Dunia Pendidikan. Ia menjelaskan 18 nilai karakter yang dikuatkan dengan Perpres 87/ 2017. “Dalam perpres tersebut terdiri dari nilai-nilai universal yang ditemukan di banyak budaya dan terdapat pada misi pendidikan banyak negara. Kedua, Nilai bersifat ‘karakter kebakan’, yang ditanamkan oleh keluarga, masyarakat dan budaya sekolah. Ketiga, Nilai bersifat ‘keterampilan karakter’ dapat dikembangkan melalui kegiatan di kelas dan ekstrakurikuler.
Pembicara ketiga yakni Drs. Hilmawan A., M. Pd. Dalam paparannya Ia mengupas tentang Pemuda Indonesia dalam Dunia Usaha Modern Kreatif Penghasil Lapangan Kerja, Mengenai dunia usaha di masa teknologi 1.0 sampai 4.0. Paparannya diakhiri oleh sebuah quotes inspirstif yang berbunyi “Respek adalah kunci mengelola bisnis dan kepercayaan adalah bentuk tertinggi dari respek”.
Baca Juga:Padat & Rawan Laka, Jalan Depan MAN 4 Cirebon Butuh Zebra CrossMalam Pergantian Tahun, Swiss-Belhotel Cirebon Gelar ‘Cosplay Starlight New Year Eve 2020’
Pembicara terakhir yaitu Jajang Badruzzaman, S. Sos. Ia mengemukakan tentang harapannya yaitu terwujudnya Pemuda Indonesia Bebas Narkoba melalui P4GN. “Indonesia kini darurat narkoba. Narkoba lebih merusak generasi muda dibandingkan korupsi dan terorisme, karena narkoba merusak otak. Perkembangan teknologi akan menciptakan celah bagi pelaku kejahatan untuk memproduksi ataupun mengedarkan narkoba dengan lebih mudah. Kebijakan dan strategi kami menggunakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) dengan rehabilitasi bagi pengguna maupun pecandu narkoba,” ulasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh H. Dede Margo Irianto, M. Pd. selaku Wakil Direktur UPI Kampus Cibiru dan Bapak Hana Yunansah, S. Si., M. Pd. selaku Pembina Harian Probumsil UPI Satuan Cibiru Darul Gemah sekaligus penyerahan cinderamata kepada para pemateri dilanjutkan dengan foto bersama.
Sebelum acara ditutup, dilakukan Ikrar anti narkoba yang dipimpin oleh perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Jawa Barat dan diucap ulang oleh seluruh peserta Simposium Kepemudaan 2019.
