CIREBON – Keberadaan zebra cross di kompleks sekolah dan perkantoran merupakan sarana yang vital guna mencegah terjadinya kecelakaan sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. Namun di sejumlah lokasi di Kabupaten Cirebon masih ada yang belum dilengkapi sarana penting ini.
SARANA SEADANYA – Karena tidak ada zebra cross, para siswa yang menyebrang hanya difasilitasi oleh traffic cone.
Seperti halnya di lingkungan sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Cirebon di Jalan Pangeran Sutajaya Nomor 98, Desa Pabuaran Lor, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Malam Pergantian Tahun, Swiss-Belhotel Cirebon Gelar ‘Cosplay Starlight New Year Eve 2020’English for Ulama: Pesan Keindahan Islam Indonesia & Jabar Tersebar di Eropa
Setiap pagi di hari kerja dan hari sekolah, kawasan tersebut selalu ramai dipadati siswa siswi yang menyebrang. Inilah yang membuat pihak sekolah khawatir karena tidak ada rambu yang tegas sebagai sarana penyebrangan para murid.
“Harapan kami, agar pihak terkait segera membuatkan zebra cross dan median atau garis tepi jalan, demi tertib dan lancarnya lalu lintas terutama bagi pejalan kaki, siswa siswi yang akan menyeberang baik siswa MAN 4, SMP, maupun siswa SD. Untuk diketahui, sudah 2 bulan lebih jalan depan sekolah kami selesai diperbaiki, namun zebra cross-nya belum juga ada sampai sekarang,” ungkap Wakil Kepala (Waka) Bidang Sarana dan Prasarana MAN 4 Cirebon, Abdul Basit, Senin (11/11/2019) pagi.
Di lokasi tersebut bukan hanya MAN 4 Cirebon saja melainkan ada sekolah lain seperti SDN 1 & 2 Pabuaran Wetan, SMPN 1 Pabuaran, Puskesmas Pabuaran, Kantor UPT Pendidikan Pabuaran dan Kantor Camat Pabuaran yang lokasinya saling berdekatan.
Pihaknya juga sudah melayangkan ajuan kepada dinas terkait, namun belum ada tanggapan. “Terkait kendala yang dihadapi yakni tertahannya ajuan yang sudah dilayangkan oleh pihak madrasah kepada Dinas Cipta Karya, Dishub, dan lainnya yang sampai sekarang belum terealisasi,” imbuhnya.
Mengingat pentingnya sarana zebra cross tersebut, pihak sekolah berencana mengecat sendiri, namun tidak banyak informasi yang diketahui oleh pihak sekolah soal aturan tersebut. “Sekali lagi kami berharap, Pemkab Cirebon melalui dinas terkait sesegera mungkin membuatkan zebra cross di depan madrasah kami. Dan kalau misalkan kita cat sendiri, apakah boleh? Kami juga kurang menhetahui dengan detail aturannya,” tandas Waka yang dikenal sebagai guru millenial ini.
