Seperti diketahui, tim Jabar Digital Service sebagian besar diisi oleh pegawai muda. Ada lebih dari 50 orang tenaga ahli dengan ragam bidang, termasuk software developers dan engineers, analyst, UX/UI researcher dan designer, project management, data engineer, communications, dan sebagainya.
Tim Jabar berhasil menunjukkan bahwa pemberian ruang untuk kaum muda berkontribusi melalui pemerintah dapat mengakselerasi dampak yang signifikan terutama di era revolusi digital 4.0.
Penghargaan Best Adaptation untuk Desa Digital diberikan atas keberhasilan program ini berkolaborasi dengan berbagai pihak menyediakan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui penyediaan infrastruktur dan inovasi digital, termasuk di dalamnya BAKTI Kominfo, E-fishery, Habibi Garden, Docta, dan Edubox.
Baca Juga:Kepala BKPSDM Karawang Tegaskan Bagi-bagi Kaos Bukan Kampanye CellicaDilanda Kekeringan & Puso, Warga Kota Banjar Gelar Shalat Istisqo Agar Hujan Turun
Ajang GovInsider Summit 2019 merupakan penyelenggaraan yang keempat. GovInsider sendiri adalah sebuah portal publikasi dari tim yang melakukan peliputan di seluruh Asia Pasifik untuk mencari dan menemukan contoh pemerintah yang telah melakukan sesuatu yang berbeda untuk menampilkan solusi inovatif, serta berani melakukan pendekatan baru untuk berbagai tantangan yang dihadapi oleh pegawai pemerintah.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 pejabat senior pemerintah dari lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, Jerman, Inggis, Korea Selatan, Afrika Selatan, Afganistan, Perancis, Polandia, Singapura, Thailand, Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan dari Perserikatan Bangsa-bangsa.
Penghargaan ini diisi 52 pembicara. Selain Gubernur dan Kepala Diskominfo Jawa Barat turut berbicara perwakilan dari Government Digital Service, UAE Prime Minister’s Office, UNESCAP, AWS, serta banyak lagi. Pertemuan ini mendiskusikan tema besar mengenai digital, data, keuangan, layanan dan keamanan publik.
Lobi Tingkat Internasional GovInsider Innovation Awards 2019 dimanfaatkan Ridwan Kamil untuk melobi investor kelas internasional agar mau menggelontorkan dananya ke Jabar.
Di sela acara, Emil, demikian sapaan akrab Ridwan Kamil, melobi delegasi dari Pemerintah Inggris. Dalam pembicaraan tersebut, muncul kepastian investasi Rp50 triliun dengan syarat tertentu, yakni pemerintah Inggris terlibat dalam 25 persen pengerjaan jasa dan konten.
Emil juga sempat berbicara khusus dengan Vish Iyer, Vice President Architecturs Asia Pacifik Japan & China. Terungkap Jabar akan mendapat hibah sebesar 3 juta dolar atau Rp42,5 miliar untuk program smart city dalam bentuk barang dan asistensi teknologi.
