TANGERANG – Karena ada keterlambatan angsuran selama 82 hari, satu buah unit mobil Toyota Rush dengan No Polisi B 811 MK atas nama kontrak Rudi Hartono yang dipindahtangan ke pihak kedua Cici akhirnya diambil pihak eksternal Clipan Finance. Namun saat hendak diurus terkait tunggakan tersebut, Clipan justru terkesan lempar tanggungjawab. Bahkan lebih parah, info yang berhasil dihimpun mengatakan, bahwa unit tersebut sudah dilelang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada nasabah.
“Di sini klien saya merasa dirugikan, karena penjualan unit tanpa pemberitahuan terlebih dulu, menurut saya cacat hukum. Karena kami (nasabah dan clipan_red) terikat kontrak,” jelas kuasa hukum Cici, Wahyudin dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) kepada jabarpublisher.com.
Beberapa kali usaha
nasabah untuk mencari jalan keluar dengan cara mediasi rupanya diabaikan oleh
pihak Clipan. Pertama, pihak Clipan menawarkan supaya nasabah mengajukan permohonan kredit kembali, namun kenyataan
ketika diajukan malah ditolak.
Baca Juga:Puluhan Jaling di Tiga Kecamatan Ancam Rugikan Keuangan Negara Hingga 50 PersenPecahkan Sejarah! Aan Karyanto Menangkan Gugatan Terhadap Kades Sabajaya
“Anehnya, pengajuan tersebut kami buat di tanggal 30 Juli, dan kita menunggu hampir dua minggu untuk jawabannya. Namun tanggal yang tercetak dalam jawaban tersebut tanggal 17 Juli. Justru lebih mundur dari pengajuan kami. Harusnya saudara Catur dari pihak Clipan menyarankan untuk melakukan pelunasan,” jelas kakak korban, Iwan Sutisna.
Pada mediasi kedua, ketika nasabah minta mau melakukan
pelunasan, mereka menyampaikan bahwa unit tersebut sudah dilelang oleh pihak
Clipan. Terus mediasi ketiga, saudara Catur mengatakan akan berupaya menghadirkan unit kembali. Dengan
syarat nasabah diwajibkan membayar sisa piutangnya.
“Dan tetap tidak ada pembuktian dan kelanjutan informasinya. Kami
tetap akan menuntut Clipan menghadirkan unit. Jika tidak pihak akan melakukan
aksi untuk menutup sementara aktifitas kegiatan kantor tersebut,” tandas Iwan.
Pihak nasabah menyesalkan susahnya untuk menemui pihak
Clipan, baik kepala cabang ataupun orang berkompeten dalam penyelesaian masalah
ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak Clipan belum bisa dimintai keterangan.
Catur dihubungi melalui telepon selularnya tidak aktif. (tle)
