Viral Video Pelayanan di Kecamatan Karang Bahagia, Warga : Saya Kasihan dengan Petugas

Viral Video Pelayanan di Kecamatan Karang Bahagia, Warga : Saya Kasihan dengan Petugas
0 Komentar

BEKASI – Terkait viralnya video pelayanan pembuatan Kartu Keluarga (KK) yang rusuh di Kecamatan Karang Bahagia, Lina Marlina sebagai warga yang mengajukan permohonan pembuatan KK merasa kurang nyaman atas beredarnya pemberitaan yang muncul. Meski dirinya membenarkan insiden itu terjadi, namun pemberitaan yang muncul seolah-olah memojokkan pihak kecamatan. Padahal kejadian sepenuhnya tidak mutlak seperti itu.

“Kalau sekilas memang rusuh kejadiannya. Namun kalau dilihat dari awal dan utuh ya tidak sepenuhnya pihak kecamatan yang salah,” kata Lina.

Dijelaskan, kejadian berawal dari saat dirinya ditawarkan jasa mengurus perubahan KK melalui jalur cepat dengan dikenakan biaya tertentu oleh seseorang yang mengaku relawan kesehatan.

Baca Juga:Seleksi Calon Pengurus BPR Merger Kabupaten Cirebon, UKK atau Uka-Uka?Viral Foto Syur Diduga PNS Pemprov, Begini Kata Humas & Polda Jabar

Selanjutnya, petugas loket Kecamatan Karangbahagia Hermanto, menjelaskan, relawan tersebut datang pada hari Selasa 10 September 2019 sekitar pukul 10:30 WIB. Relawan kesehatan menerobos masuk ke ruang operator untuk membuat KK. Namun operator menolak dan mengarahkan relawan tersebut ke ruang loket, mengikuti standar prosedur yang berlaku karena operator hanya memproses berkas KK yang telah diverifikasi oleh petugas loket. Namun ternyata, saat diverifikasi berkas Lina yang diajukan oleh relawan tidak layak. Pasalnya, Lina belum menandatangani berkas permohonan dan Surat Nikah bawah tangan Lina tidak ditandatangani oleh dia dan suaminya serta tidak ada tandatangan amil desa yang menikahkan mereka. Kondisi berkas yang tidak valid tersebut membuat permohonan ditolak dan pihak kecamatan meminta persyaratan dilengkapi. Karena merasa keinginannya tidak dipenuhi maka terjadi perdebatan antara relawan dengan petugas di loket.

“Saya tolak berkasnya. Saya minta agar dilengkapi dulu. Dia malah emosi bang, dia marah-marah. Akhirnya membuat pelayanan yang lain terganggu. Saya kan sesuai aturan bang, masa iya berkas tersebut saya proses, nanti kalo terjadi apa-apa di kemudian hari gimana nasib saya?” papar Hermanto.

Sementara itu, Lina menjelaskan bahwasannya saat kejadian itu dirinya sedang berada di kediaman. Bukan sedang berada di rumah sakit seperti yang diucapkan relawan yang beredar dalam video tersebut.

“Saya ada di rumah, saat kejadian. Ngga di rumah sakit. Itu ucapan dalam video tidak benar, mengada ada,” ujarnya.

0 Komentar