KOTA BANDUNGĀ – Era digital di mana komunikasi masif dilakukan lewat gawai menghadirkan tantangan tersendiri, yakni bagaimana setiap orang membentengi diri dari informasi bohong alias hoaks.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika informasi tersebut sudah tersebar di masyarakat? Bagi warga Jawa Barat (Jabar), kehadiran Tim Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks menjadi garda terdepan dalam mengklasifikasikan apakah berita tersebut adalah disinformasi atau fakta.Jabar Saber Hoaks sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) di bawah binaan teknis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar yang diresmikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 7 Desember 2018.Selain mengklasifikasikan informasi, Jabar Saber Hoaks (JSH) juga bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat Jabar sehingga tidak mudah percaya hoaks. Tim Jabar Saber Hoaks pun telah melakukan sosialisasi di tujuh kabupaten/kota se-Jabar yakni Kab. Sukabumi, Kab. Garut, Kab. Cianjur, Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, dan Kab. Bekasi.
Menurut Kepala Diskominfo Jawa Barat Setiaji, hoaks muncul karena masyarakat mudah menyebarkan informasi yang belum sahih kebenarannya. Untuk itu, kata Setiaji, sosialisasi terhadap tokoh masyarakat dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) penting dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks.“Selama ini ‘kan kami memberikan klarifikasi, sementara sumber hoaks masih terus muncul. Nah, kami edukasi agar yang diberitakan adalah hal yang positif. Maka Diskominfo dan JSH rutin turun ke kota/kabupaten untuk sosialisasi mengenai pencegahan hoaks,” ucap Setiaji.“Yang paling penting bagaimana mengedukasi warganya agar tidak langsung share, tapi disaring dulu. Intinya bukan meng-counter (hoaks), tapi mencegah,” tambahnya.
Baca Juga:DD Tahap II 2019, Desa Kalimekar Bangun Jembatan & Finishing Gedung Serba GunaPolres Majalengka Gelar Operasi “Patuh Lodaya 2019”, Yuk Kenali Target Pelanggarannya
Hingga 21 Agustus 2019, Jabar Saber Hoaks berhasil mengklarifikasi 2.643 aduan dari total 4.454 aduan yang masuk. Tim Jabar Saber Hoaks juga sudah melakukan monitoring issue lokal di berbagai daerah, di antaranya Kab. Garut dan Kab. Bekasi.Terkait proses kerja, Koordinator Jabar Saber Hoaks Enda Nasution mengatakan, pihaknya menerima aduan masyarakat melalui hotline dan WhatsApp di nomor 08211-8670-700 atau Twitter, Instagram, dan LINE @jabarsaberhoaks, serta Facebook @official.jabarsaberhoaks.Berikutnya, aduan akan direkap oleh Tim Admin dan selanjutnya ditindak oleh Tim Pencari Fakta. “Setiap aduan yang masuk, kira-kira maksimal tiga jam (sudah bisa diklarifikasi), sesuai arahan Pak Gubernur,” ucap Enda.
