Yati pun memanfaatkan kesempatan kekecewaan Azis untuk menyampaikan keinginannya, agar pengajuan anggaran dari DPPKP didukung wali kota. “Waktu penyusunan anggaran kan Pak Azis dalam posisi habis masa jabatannya sebagai wali kota Cirebon dan belum dilantik sebagai wali kota. Makanya sekarang kami meminta dukungan Pak Wali, untuk mensuport anggaran yang kami ajukan,” tukasnya.
Butuh Rp 200 juta
Sementara itu, Sopiah Dasep dan Dedeh Bunga yang mewakili Kota Cirebon dalam lomba Cipta Menu/Festival Pangan Lokal Tahun 2019 di Gedung Sate, pekan lalu mengaku tidak mempersoalkan gagalnya mereka meraih juara 1 karena tidak ada dana.
“Kami bisa memaklumi karena memang katanya untuk memberangkatkan tim dan rombongan ke Kendari, membutuhkan dana yang tidak sedikit, paling tidak katanya Rp 200 jutaan,” ungkap Sopiah. Menurutnya, pengalaman mengikuti lomba setidaknya membuat mereka percaya diri, akan kemampuan memasak dan meramu makanan serta menciptakan menu.
Baca Juga:HUT Jabar Ke 74, Bank BJB Beri Hadiah Untuk Nasabah SetiaKembangkan Ekonomi Digital, Pemprov Jabar Gandeng Tokopedia
Saat lomba mereka mengajukan menu lengkap nasi timbel talas jagung, tahu elok, paria isi daun mangkokan, dan tutut rujak donggala plus juice nangberi (nangka keraton campur strawberi). “Untuk nasi timbel talas jagung sebagai pengganti nasi dari beras, kami tambahkan sedikit garam dan parutan kelapa untuk sedikit memberi rasa,” jelasnya.
Sedangkan untuk olahan pangan komersial mengajukan kukis mangga gedong gincu, kukis pisang dan kukis empal gentong. Menurut Dedeh, terciptanya menu yang dilombakan lebih banyak memanfaatkan tanaman yang tumbuh di pekarangan, misalnya daun mangkokan dan paria atau pare dalam bahasa Cirebon.
Selain itu juga memanfaatkan buah khas atau asli Cirebon yang tidak dijumpai di daerah lain, seperti nangka keraton yang dibuat juice dicampur dengan strawberi yang menciptakan kombinasi warna sangat cantik dan menarik dengan rasa yang menggoda. “Kami juga memanfaatkan kekayaan kuliner asli Cirebon yakni empal gentong, yang dibuat kukis,” katanya. (tim/red)
