Dikira Mau Tawuran, Puluhan Siswa MTs Dihukum Nulis Alquran Selama Seminggu

Dikira Mau Tawuran, Puluhan Siswa MTs Dihukum Nulis Alquran Selama Seminggu
0 Komentar

Hasan Basri selaku Humas, mewakili Hj. Ayah Aliyah Kepsek MTs Negeri 9 Cirebon menepis apa yang disampaikan narsum tersebut.

“Yang dikatakan narasumber bahwa kita menghukum anak dengan cara dijemur itu tidak benar. Kita menghukum siswa tidak dengan cara menjemur apalagi dari pagi sampai sore, atau menghukum dengan cara kekerasan. Kita memberikan punishment kepada siswa tersebut dengan cara yang deduktif, yaitu disuruh menulis Al-Quran, Surah Yasin yang totalnya sebanyak 21 kali selama 1 minggu. Dan sekali lagi kami tegaskan, para siswa tidak di jemur, cuma di luar kelas, bila mana merasa panas mereka bisa pindah ke yang teduh,” ungkap Hasan.

Lalu yang menurut narasumber yang mengatakan bahwa kepala sekolah menyerahkan kembali sisawa kepada orang tua murid itu menurutnya hanya masalah miskomunikasi saja.

Baca Juga:Desa Lemah Tamba Di Cirebon, Tanah dan Airnya Bisa Jadi Obat. Benarkah?Ningsih Tinampi, Wanita Berhijab Sang Pembasmi Santet & Kerasukan

“Menurut saya, narasumber salah faham, yang katanya kepala sekolah menyerahkan siswanya ke orang tua murid itu juga tidak benar. Karena pada waktu orang tua murid dipanggil ke sekolahan, setelah upacara bendera 17 Agustus, kepala sekolah hanya mengatakan gimana kalau sisiwa yang bermasalah tersebut dikasih punishment/hukuman dengan cara menulis surah Yasin sejumlah 21 kali selama satu minggu, karena dengan cara ini setidaknya siswa diberi pembinaan nilai agama, dan sekaligus bisa hafal nantinya baca dan menulis Surah Yasin. Kalau tidak setuju pihak sekolah menyerahkan ke orang tua murid, enaknya seperti apa. Dan akhirnya disepakatilah punishment tersebut,” pungksanya. (adi)

0 Komentar