CIREBON – Tersiar kabar bahwa tanah dan air di desa ini dipercaya bisa menjadi penawar penyakit, khususnya dalam mengobati Caleg yang masih galau karena kekalahan Pemilu atau Pileg 2019. Di manakah lokasi desa yang kini tengah ramai diperbincangkan itu?

Tepatnya di situs Keramat Pangeran Surya Negara, Desa Lemah Tamba, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Merupakan salah satu desa yang dikeramatkan, dalam sejarahnya, wilayah ini tak lepas dari syiar Islam yang dilakukan Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon.
Situs putra dari Prabu Siliwangi tersebut selalu dibanjiri peziarah. Tak hanya masyarakat sekitar Cirebon yang mempercayai khasiatnya, orang-orang dari luar pulau Jawa pun meyakininya. Peziarah yang berkunjung ke situs tersebut mengambil tanah dan air dari sumur keramat. Juru kuncilah yang bisa masuk sumur keramat itu dan mengambilkan air karena kondisinya tertutup.
Baca Juga:Ningsih Tinampi, Wanita Berhijab Sang Pembasmi Santet & KerasukanCV Brina Cai Diduga Palsukan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup
Sumur keramat Pangeran Surya Negara dikelilingi kelambu warna putih, sekitar 10 meter dari pintu masuk situs tersebut. Selain sumur, ada juga Balong Buyut Ribut, airnya juga dipercaya memiliki khasiat dapat menyembuhkan penyakit.
Kepala Desa Lemah Tambah, Kusnan Agustian, mengatakan Pangeran Surya Negara merupakan gelar ketabiban Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon. Lemah Tamba menjadi salah satu peninggalan Pangeran Cakrabuana yang dijadikan sebagai media pengobatan.
“Lemah itu kalau dalam bahasa Indonesia artinya tanah, sedangkan tamba artinya obat. Jadi, Lemah Tamba ini tanah yang bisa mengobati. Dulunya memiliki nama Padepokan Ci Kujang pada zaman dulu, sekitar tahun 1443 masehi,” ucap Kusnan saat ditemui di lokasi situs, beberapa waktu lalu. Kusnan menceritakan sejarah singkat munculnya situs Kramat Pangeran Surya Negara dan Desa Lemah Tamba. Tanah di situs Kramat Pangeran Surya Negara sempat ditancapkan pusaka kujang milik Prabu Siliwangi, ayah dari Mbah Kuwu Cirebon.
Dari tanah tersebut kemudian keluar air yang kini dijadikan sebagai sumur keramat. Singkat cerita, tanah tersebut berada dalam wilayah Padepokan Ci Kujang dan menjadi tempat pengobatan Syekh Magelung Sakti, murid dari Mbah Kuwu Cirebon yang saat itu mengalami kelumpuhan karena terkena pukulan nyasar dari Nyi Mas Ratu Ganda Sari saat sayembara di Padepokan Mangkuragan, yang saat ini menjadi Kecamatan Panguragan.
