Menakar Calon Menteri Kabinet Jokowi-Amin

Menakar Calon Menteri Kabinet Jokowi-Amin
0 Komentar

Terlebih, katas dia, waktu untuk seleksi siapa menteri yang pantas masih cukup panjang dan terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas. Jerry pun lantas memberikan beberapa catatan.

  1. Ada baiknya jika proses mengajukan calon menteri ini tidak dilakukan melalui “pintu belakang” alias tertutup. Lakukanlah secara terbuka dan transparan. Baik jika publik ikut dilibatkan, agar bisa memberi masukan sehingga orang-orang yang nanti muncul tak membuat publik kaget.
  2. Dalam hubungan dengan hal di atas, mungkin perlu diusulkan agar Presiden membuka kemungkinan keterlibatan Publik dalam memberikan masukan terhadap para figur yang muncul. Mekanismenya bisa dibuat oleh Ptesiden. Meskipun soal itu memang hak prerogatif Presiden, tapi tak salah jika Presiden berkehendak untuk libatkan publik. Sebab, bukankah para Menteri sebagai Pembantu Presiden, pada prinsipnya akan bekerja untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat?
  3. Karena itu juga, kami mendorong agar partai politik berani dan terang-terangan mau mengumumkan ke publik siapa saja figur yang akan mereka ajukan sebagai calon menteri. Ini juga mungkin akan memudahkan Presiden melakukan seleksi calon menterinya dari nama-nama yg sudah muncul itu. Begitu juga, publik bisa berpartisipasi memberi masuk terhadap figur-figur tersebut kepada Presiden.
  4. Mengingat negara kita punya banyak orang-orang hebat yang layak duduk di kursi menteri, maka kami mendorong orang-orang terbaik bangsa ini untuk berani tampil dan mengajukan dirinya menjadi calon menteri kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin. Bisa secara tertulis dan bisa juga secara terbuka ke publik. Dan siapa pun yang dipilih Presiden harus diterima. Sebab itu adalah hak prerogatif Presiden.
  5. Partai-partai non-parlemen juga bisa saja secara terbuka mengajukan calon calonnya ke publik. Tentu bisa dari kader partainya sendiri maupun dari kalangan profesional dan intelektual.

“Proses yang terbuka dan transparan ini penting agar kabinet nanti bisa mendapatkan penerimaan, legitimasi dan kepercayaan publik yang lebih kuat. Jika itu terjadi maka jalannya pemerintahan Jokowi kedua diperkirakan bisa lebih baik dan lancar untuk menuntaskan apa yang sudah dimulai sebelumnya,” kata dia. (wis)

0 Komentar