Dia kembali menjelaskan, dalam video itu ada nama-nama siswa dan foto-foto yang lokasinya berada di sekolah dan sebagian berada di luar sekolah dengan tampilan slide show. “Kalau dari catatan guru BP ada 17 anak yang terlibat. Tidak semua anak dipanggil karena kan dalam video itu ada banyak anak dan banyak nama. Yang kami panggil hanya aktor intelektualnya, karena ada rekam jejak anak-anak di kasus lain. Kalau kelulusan kan bukan karena video nya saja. Soal kelulusan ini juga kan menjadi urusan kami,” ulasnya.
Pihak SMPN 1 Waled juga sudah memberi kesempatan kepada pihak yang mengapload video tersebut namun hingga kini video tak pantas itu, masih bisa diakses. “Kami belum lapor (polisi). Karena kami memberikan kesempatan dulu dari tanggal 19 Mei, tapi ternyata masih tayang di youtube. Kami juga baru rapat kemarin, hasil rapat ini menentukan untuk lapor ke polisi, yang kaitannya kelanjutannya bagaimana,” pungkas Kumbara. (crd/jay/adi)
SCREENSHOOT – Inilah salah satu bagian video yang discreenshoot pada video SMPN 1 Waled yang viral di youtube.
