CIREBON – Kunci jawaban untuk Ujian Nasional (UN) atau yang lebih dikenal dengan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) Sekolah Dasar (SD)/Seserajat di Kabupaten Cirebon, saat ini diduga diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
DIALOG – Inilah dialog antara calon pembeli dan oknum yang menawarkan kunci jawaban USBN SD 2019, dimana nama AP dan N disebut didalamnya.
Data yang diperoleh JP menyebutkan, lewat aplikasi pesan whatsapp (WA) beredar penawaran oleh oknum, yang bisa memberikan kunci jawaban setiap item mata pelajaran. Dalam dialog oknum dengan calon ‘pembeli’, setiap mata pelajaran, dibandrol harga Rp 100 ribu, artinya jika dikali tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN SD, menjadi Rp 300 ribu. Sebagai informasi, mulai hari ini, Senin (22/4/2019) hingga Rabu (24/4/2019) mendatang, semua siswa kelas 6 SD di Kab Cirebon khususnya, tengah melaksanakan USBN dengan mapel Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.
Baca Juga:Tenang! Sampai Hari Ini, Real Count KPU Baru 7,3 PersenJaga Komitmen & Kekompakan, Puskesmas Cibogo Gelar Outbond Ke Curug Cipeuteuy
Ironisnya, oknum tersebut dalam percakapan Whatsapp menyebut-nyebut dua orang guru di lingkungan Disdik Kabupaten Cirebon, berinisial AP dan N. Kedua orang ini kata oknum itu dalam dialog pesan whatsapp, disebutkan sebagai ‘tim sukses UN’ di Kabupaten Cirebon. Oknum tersebut juga menjamin bahwa kunci jawaban USBN SD tahun ini dijamin 100 persen kebenarannya. Namun dalam dialog, pihak calon pembeli menolak tawaran oknum tersebut dan ingin hasil apa adanya saja.
Terpisah, Kabid SD Disdik Kabupaten Cirebon, Amin, mengaku kaget dengan mencuatnya isu seperti itu. Menurut dia, sampai saat ini dia tidak mengetahui adanya dugaan soal jual beli kunci jawaban. Amin berpendapat, tidak melakukan hal itupun (curang-red) tidak masalah, karena penerimaan siswa di jenjang berikutnya (SMP), berdasarkan sistem zonasi dan jalur preatasi.
“Saya baru dengar ada isu seperti itu. Nanti saya kroscek ke lapangan. Coba saya tanyakan koordinator UN pak Ahmadi di UPT Talun,” kata Amin, Senin (22/4/2019).
Sementara Kepala UPT Pendidikan Kec Talun, Ahmadi, mengaku tidak tahu menahu dengan persoalan tersebut. Ahmadi bahkan langsung menghadirkan guru berinisial AP yang dimaksud, untuk dikonfrontir pernyataannya. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan UN di hari pertama, khususnya di Kec Talun masih terpantau kondusif. “Tadi bahkan saya sama pak camat dan pak kapolsek monitoring langsung, pelaksanaan USBN SD berjalan lancar,” tandasnya.
