Sementara itu, Penjabat Bupati Cirebon Dicky Sahromi dalam kunjungannya ke RSUD Waled beberapa waktu lalu mengatakan, pengerjaan proyek fisik mayoritas sudah sesuai dengan waktunya. Hanya menurutnya, ada proyek yang karena terdesak waktu akhirnya tidak selesai 100 persen. “Saya lihat cuma di rumah sakit ini saja yang terlambat. Lainnya tidak ada masalah dan tepat waktu. Ini salah satu contoh penggunaan belanja modal yang karena terdesak waktunya, maka tidak maksimal dalam pengerjaannya. Selain itu, ada faktor di luar teknis juga yang membuat bangunan ini tidak selesai sesuai perencanaan,” bebernya.
Oleh karena itu, menurut Dicky, ke depan pihaknya sudah memerintahkan agar setiap dinas untuk secepatnya memasukan item pekerjaan ke unit layanan pengadaan di triwulan pertama agar pekerjaan terutama fisik tidak terdesak waktu dan hasilnya pun bisa maksimal. “Ke depan, triwulan pertama harus lelang semua. Harus sudah masuk ULP. Pembangunan ini investasi kita ke depan yang sangat berharga. Kejadian penggunaan belanja modal yang terdesak waktu, akibatnya penyelesaian kurang maksimal. Ini karena sebelumnya lelang terjadi di triwulan ketiga dan keempat, ini yang harus diubah,” tegas PJ Bupati Cirebon. (jay/adi)
