“Seperti kolam retensi kan baru ada satu di Cieunteung. Harapan kita kalau tidak salah sampai lima tapi sekarang baru satu terwujudnya, jadi tergenangnya (air) juga tidak mungkin banyak. Jadi, itu contoh-contoh bahwa bangunan pengendali banjir itu belum semuanya tuntas,” katanya.
Jabar Siaga Darurat Banjir & Tanah Longsor
Pemda Provinsi Jawa Barat telah menetapkan siaga darurat banjir dan tanah longsor mulai 1 November 2018 – 31 Mei 2019. Hal ini tercantum dalam SK Gubernur Jawa Barat Nomor: 362/Kep.1211-BPBD/2018.
Melalui SK tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan upaya atau langkah semua stakeholder dalam penanggulangan bencana, yaitu:
Baca Juga:Latih Mental Tanding, 500 Pesilat Ramaikan Festival Pencak Silat JabarEmil Akan “Dandani” Wajah Cirebon
1. Segera mempersiapkan langkah-langkah guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi,
2. Segera menginventarisir kesiapan dan pengerahan sumber daya manusia, peralatan, dan logistik yang ada serta yang diperlukan untuk penanganan apabila terjadi bencana,
3. Segera melaksanakan pengurangan risiko (mitigasi) bencana serta menghimbau dan mengaktifkan peran serta masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Dengan adanya SK ini masyarakat diminta untuk turut serta bersama-sama dalam melakukan pengurangan risiko bencananya, baik itu pada daerah-daerah yang rawan longsor maupun rawan banjir,” tukas Dicky.
“Terutama bilamana ada anomali cuaca atau ketidakwajaran pada kondisi cuaca atau mungkin juga pada kondisi wilayahnya untuk segera mengevakuasi secara dini,” tambahnya.
Dicky menambahkan bahwa saat ini semua wilayah Jawa Barat dalam posisi siaga darurat banjir dan longsor. Namun, apabila dipetakan untuk daerah yang memiliki potensi banjir berada di wilayah utara dan tengah Jawa barat.
“Untuk banjir itu utara dan tengah. Kalaulah sekarang kejadian di tengah, itu karena memang curah hujannya yang di utara itu masih belum begitu tinggi. Inilah hendaknya yang menjadi perhatian kita semua di daerah utara,” ucap Dicky.
Baca Juga:“Home Medicare”, Jabar Hadirkan Dokter dan Obat Gratis Langsung ke Rumah WargaGubernur Serahkan Penghargaan LPPD Kepada Kota/ Kabupaten/ Kecamatan dan Perangkat Daerah Berprestasi
Kemudian wilayah Jawa Barat yang berpotensi tinggi bencana banjir terletak pada bagian utara dan tengah Provinsi Jawa Barat, yaitu: Kab. Cianjur, Kab. Bandung, Kab. Kuningan, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, Kab. Sumedang, Kab. Indramayu, Kab. Subang, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab. Bekasi, Kota Bandung, dan Kota Cirebon.
