“Hari ini, Kepsek SMPN 1 Babakan, SMPN 1 Waled dan SMPN 2 Babakan dipanggil Kasi Tentis (Tenaga Teknis) Disdik Cirebon, untuk mutasi kembali WD dan DA. Terkait SK balik sudah jadi. Menurut pihak disdik, mereka berdua dibantu oleh timses Bupati pak J. Dinas juga menekan kepsek jangan sampai media tahu,” ungkap sumber terpercaya JP akhir Agustus lalu.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Selasa (11/9/2018), WD mengaku keberatan dengan cara pemutasian saat pertama kali (SK 1 Juli). “Dulu juga saya tuh keberatan dengan cara pemutasian saya. Kenapa, karena dari keterangan yang dituliskan (dalam surat pernyataan) itu tidak benar. Justru kebalikannya, mereka-merekalah yang seperti itu. Saya itu tahu keadaan SMPN 1 Babakan dari tahun 1985. Saya dinas di SMPN 1 Babakan dan guru-guru juga menyatakan bahwa pernyataan itu tidak benar. Tapi kalau mutasi sesuai prosedur saya senang. Terus masalah ada pihak bahwa saya timses bupati itu paman saya (yang timses bupati). Jadi saya menenuhi intruksi dari dinas pendidikan waktu itu, saya menjalankan tugas dulu di Waled. Kalau mau konfirmasi di darat mangga, kapan kita jadi mitra,” tulisnya. Sedangkan DA saat dikonfirmasi hanya membaca saja pesan whatsapp tanpa membalasnya. (crd/jay)
SK Lama (saat ogah pindah, per 1 Juli 2018) :Â

SK Baru (1 September 2018, saat pindah lagi ke SMPN 1 Babakan)

