“Pelaku KUMKM harus menguasai dan menfaatkan IT secara maksimal,” jelasnya.
Dudi menyebutkan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat saat ini berkomitmen penuh terhadap digitalisasi koperasi dan UMKM. Sebagai contoh, Ia menyebut pihaknya telah mendorong penerapan Enterprises Resources Planning (ERP) berbasis IT di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan.
“Penerapan ERP ini ternyata sangat membantu para anggota untuk menjalankan aktivitasnya,” katanya.
Tak sampai disitu, Dinas KUK Jabar juga mendorong koperasi-koperasi di Jawa Barat untuk menerapkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Online, yang aplikasi-nya dapat digunakan secara gratis.
Baca Juga:220 UKM Se-Jabar Terima Sertifikat HalalSunjaya-Imron Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
“Penerapan RAT Online sangat efektif terutama untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan RAT,” katanya.
Masih dari sisi promosi dan sosialisasi, pihaknya pun saat ini tengah menggelar “Cooperative Fair ke-15 tahun 2018”. Kegiatan ini digelar mulai 10-12 Agustus 2017 di Parkir Barat Gedung Sate Bandung.
“Selain UKM Expo acara akan dimeriahkan fashion show, games, kuliner, workshop dan band musik Java Jive,” sebut Dudi.
“Cooperative Fair” sendiri, kata Dudi merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM yang diikuti pelaku KUMKM dari 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia.
Pada kegiatan ini, ditampilkan berbagai produk makanan dan minuman, kerajinan, fashion dan aksesoris, sepatu dan tas, serta berbagai produk lainnya dari 300 pelaku koperasi dan UMKM Jawa Barat.
Selain itu, ada pula peserta dari Provinsi Naggroe Aceh, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Pare-pare. (rls/hms)
