Komisi II: Destinasi Wisata Bisa Tingkatkan PAD Jika Dikelola dengan Baik

Komisi II: Destinasi Wisata Bisa Tingkatkan PAD Jika Dikelola dengan Baik
Salah satu destinasi wisata bahari di Bekasi, Muara Beting. Pengelolaan yang baik bisa tingkatkan PAD Kabupaten Bekasi
0 Komentar

BEKASI – Banyak tempat wisata yang tersebar di seluruh Kabupaten Bekasi. Untuk itu pengelolaan yang baik sangat diperlukan. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan daerah (PAD) dari sektor pariwisata maka diperlukan payung hukum yang jelas.

Pihaknya melalui Pansus XXVII sedang membahas Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA).

“Hal ini sebagai payung hukum serta acuan baik dalam pelaksanaan secara teknis maupun pembangunan di bidang pariwisata,” Kata Mulyana Muhtar, baru-baru ini.

Komisi II: Destinasi Wisata Bisa Tingkatkan PAD Jika Dikelola dengan Baik

Baca Juga:Densus 88 Amankan Pedagang Cilok Di CirebonAwal Ramadhan, Bhabinkamtibmas Polsek Indihiang Beri Bantuan Sembako

Menurutnya, di Kabupaten Bekasi banyak tempat pariwisata yang perlu ditata atau dilakukan pembangunan lebih lanjut sehingga dapat menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Ya semoga pembahasan ini cepat selesai jadi setelah disahkan menjadi peraturan daerah secepatnya pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pembangunan di sektor pariwisata,” ucapnya.

Menurut Mulyana, dalam RIPDA membahas tentang visi, misi, tujuan dan sasaran, arah kebijakan, strategi dan indikasi program serta ilustrasi obyek wisata terutama pengembangan kawasan wisata andalan di Kabupaten Bekasi.

“Obyek wisata di Kabupaten Bekasi ada Pantai Muaragembong, Pantai Tarumajaya, Muara Beting, Situ Abidin di Bojongmangu, Situ Binong di Cikarang Pusat, Situ Cibereum di Tambun, Saung Ranggon dan wisata lainnya,” ujarnya.

Masih kata Mulyana, guna pembangunan infrastruktur lokasi destinasi pariwisata tersebut perlu kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Untuk itu tentunya membutuhkan banyak anggaran yang nantinya harus dikoordinasikan dengan para pimpinan, investor dan pemangku kepentingan lainnya menyangkut kepariwisataan.

“Nantinya pengelolaan obyek wisata lebih profesional, pasalnya hingga saat ini Kabupaten Bekasi belum memiliki icon atau citra pariwisata. Padahal ini dirasa penting, jadi orang-orang akan selalu mengingat brand pariwisata Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Diketahui, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terbesar se Asia Tenggara yang banyak disambangi masyarakat luar daerah bahkan luar negeri sehingga tidak menutup kemungkinan PAD sektor pariwisata akan lebih meningkat dikemudian hari.

Baca Juga:Aher Netty Sahur Pertama di PesawatKuwu Cangkuang Benahi Infrastruktur Desa, Ini Rinciannya!

Dirinya berharap kepada Dinas Pariwisata terus menggenjot upaya promosi destinasi pariwisata dan mengembangakan dengan melakukan tahapan-tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan peraturan yang ada.

0 Komentar