Harganya Rp 30 Juta, Pengadaan Server Di RSUD Waled Bengkak Sampai Rp 900 Juta?

Harganya Rp 30 Juta, Pengadaan Server Di RSUD Waled Bengkak Sampai Rp 900 Juta?
0 Komentar

Sedangkan sumber valid lainnya mengatakan, kejanggalan pada proyek non fisik yang sumber dananya dari internal RS sendiri, juga mengakibatkan kekisruhan di internal. Ada sejumlah pihak yang menolak dilibatkan kemudian didepak dari jabatannya. “Ada yang tidak mau dilibatkan, tidak mau tanda tangan, akhirnya digeser. Kalau yang hati-hati pasti berfikir bolak balik lah karena harga yang diterapkan tidak wajar, dan pasti akan timbul masalah,” cetus sumber sambil menyebutkan bahwa ide pengadaan server awalnya dicetuskan oleh Asep.

Sementara itu, manajemen RSUD Waled saat dikonfirmasi soal proyek pengadaan server billing system terkesan menghindar. Selasa (8/5/2018) saat wartawan JP mendatangi RSUD Waled di Lantai 4, tak satupun jajaran manajemen yang mau buka suara. Padahal, baik PPK, Kabag Keuangan, Wadir hingga Direktur, saat itu ada di tempat. “Nanti saja mas kalau mau konfirmasi hari Jumat,” ujar PPK Soleh Bastaman. Hari Jumat (11/5/2018) pun berlalu tanpa informasi yang bisa didapat dari pihak manajemen.

Demi mengejar validitas dan keberimbangan berita, JP kembali mendatangi RSUD Waled, pada Selasa (15/5/2018). Namun lagi-lagi, jajaran manajemen tidak bersedia menemui wartawan. “Pak Soleh masih ada tamu, pak wadir juga, kalau mau ya nunggu, tapi lama gak tau sampai jam berapa,” ujar resepsionis menyampaikan keterangan kepada wartawan. Siang tadi, wartawan JP menunggu di ruang tunggu selama 1 jam lebih, namun karena tak ada kejelasan pihak-pihak yang bisa ditemui untuk dikonfirmasi, akhirnya meninggalkan RSUD Waled. (crd/red)

0 Komentar